Jurnal Indonesia — AS Roma memulai Serie A musim 2026/27 dengan performa impresif. Tim berjuluk Giallorossi ini berhasil meraih empat kemenangan beruntun dalam empat pertandingan awal, menempatkan mereka di puncak klasemen sementara dengan raihan 12 poin.
Keberhasilan Roma ini bahkan mulai memunculkan spekulasi bahwa mereka bukan sekadar kandidat kuat untuk empat besar, melainkan juga berpotensi menjadi penantang serius dalam perebutan gelar scudetto musim ini, bersaing dengan tim-tim kuat lainnya.
Meskipun demikian, pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, memilih untuk tetap membumi dan belum mau terburu-buru menetapkan target tinggi, termasuk target juara Liga Italia. Gasperini menyatakan bahwa ia baru akan mempertimbangkan penentuan target secara konkret setelah timnya menjalani separuh musim kompetisi.
“Kami tidak menaikkan standar dengan menetapkan target yang lebih berat. Kami meningkatkannya dengan memperbaiki standar setiap hari, mengasah diri sendiri, dan berusaha menjadi lebih baik,” ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia.
Gasperini menyadari bahwa banyak prediksi dan harapan yang muncul terkait performa timnya. “Kami sadar bahwa prediksi tentang kami terus dibuat dan memang seharusnya demikian. Orang-orang punya mimpi mereka, mereka menginginkan yang terbaik. Bagi kami, kami harus menghadapi kenyataan,” tambahnya.
“Kenyataannya adalah, kami baru bisa mulai berbicara mengenai target potensial setelah menjalani sekitar 20 pertandingan. Tidak masuk akal jika kami memasang target setelah empat atau lima pertandingan saja,” tegasnya.
Saat ini, Gasperini menegaskan bahwa target utama timnya adalah mempertahankan posisi di puncak klasemen. “Tentu saja sekarang kami memiliki rasa percaya diri, tentu saja kami ingin tetap berada di puncak klasemen, tetapi ini adalah satu-satunya target konkret kami saat ini,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.