— JAKARTA – Saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), kembali menjadi sorotan pasar. Pada sesi I perdagangan Kamis (10/9/2026), saham CUAN mencatatkan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp 731,29 miliar.

Perdagangan saham CUAN ditutup melonjak 7,98% ke level Rp 1.015. Sebanyak 729,03 juta lembar saham ditransaksikan sebanyak 62.739 kali.

Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas per jeda siang, saham emiten pertambangan ini membukukan *net buy* sebesar Rp 136,1 miliar, menjadi yang tertinggi dibandingkan saham lainnya yang juga mencatatkan *net buy*.

Dalam satu bulan terakhir, saham Petrindo Jaya Kreasi tercatat mengalami lonjakan nilai lebih dari 37%.

Perusahaan Prajogo Pangestu ini kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan negosiasi rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI), yang merupakan entitas dari Hapsoro.

Manajemen CUAN menjelaskan bahwa pihaknya, melalui entitas anaknya yaitu PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk (PTRO), telah memiliki 27,78% saham SINI. Saat ini, CUAN sedang dalam proses negosiasi dengan para pemegang saham SINI.

Negosiasi ini mencakup pembahasan mengenai mekanisme, harga, dan waktu penyelesaian yang diharapkan untuk rencana pengambilalihan SINI. “Tunduk pada hasil negosiasi yang sedang dilakukan dan dipenuhinya seluruh persyaratan serta persetujuan yang diperlukan, diharapkan setelah penyelesaian rencana pengambilalihan, maka CUAN (melalui entitas anaknya) akan menjadi pemegang saham terbesar pada SINI dan sekaligus memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan perusahaan serta manajemen SINI,” jelas manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi pada Jumat (4/9/2026).

Manajemen CUAN menambahkan, sesuai dengan persyaratan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 9/2018, CUAN sebagai calon pengendali baru SINI akan melaksanakan penawaran tender wajib setelah rencana pengambilalihan selesai. Pelaksanaan penawaran tender wajib ini akan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dalam POJK 9/2018.