— Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), produsen Indomie, kembali menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Sekitar pukul 13.38 WIB, saham ICBP tercatat minus 0,69% ke level Rp 7.150.

Hingga saat itu, total 2,96 juta saham ICBP telah diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 2.018 kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 21,18 miliar. Tren pelemahan ini berlanjut sejak 31 Agustus 2026, di mana saham Indofood CBP Sukses Makmur mayoritas mengalami penurunan, dengan dua kali stagnan.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham emiten yang terafiliasi dengan Anthoni Salim ini telah melemah sebesar 7,74%. Dari sisi valuasi, saham ICBP saat ini dinilai lebih murah dibandingkan biasanya. Rasio price to book value (PBV) ICBP berada di angka 1,57 kali, yang berada di bawah rata-rata standar deviasi -1 PBV selama tiga tahun terakhir, yaitu 1,95 kali.

Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) ICBP tercatat 11,24 kali (trailing twelve months/TTM), berada di kisaran -1 PE standard deviation ICBP dalam tiga tahun terakhir. Di tengah kondisi ini, Mandiri Sekuritas dalam Investor Digest edisi 9 September 2026 masih memberikan rekomendasi buy untuk saham ICBP dengan target harga Rp 12.000.

Secara kinerja keuangan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berhasil membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 11% menjadi Rp 41,86 triliun pada semester I-2026. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 37,60 triliun.

Laba usaha perusahaan juga mengalami kenaikan 8% menjadi Rp 9,15 triliun dari Rp 8,48 triliun di semester pertama tahun lalu. Margin laba usaha tetap terjaga sehat di kisaran 21,9%. Namun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan 33% menjadi Rp 3,70 triliun dari Rp 5,54 triliun pada semester pertama tahun lalu.

Penurunan laba bersih ini terutama disebabkan oleh peningkatan rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pembiayaan, sebagai dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah. Meskipun demikian, core profit, yang mencerminkan kinerja operasional, naik 1% menjadi Rp 5,40 triliun dari Rp 5,37 triliun di semester pertama tahun lalu.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim, menyatakan bahwa ICBP membukukan kinerja yang positif di paruh pertama tahun 2026 meskipun dihadapkan pada situasi pasar yang semakin dinamis. “Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas,” katanya dalam keterangan resmi.