— JAKARTA – Kinerja PT Indika Energy Tbk (INDY), perusahaan yang dikendalikan konglomerat Arsjad Rasjid, diprediksi akan tetap kuat. Hal ini ditopang oleh bisnis batu bara yang solid dan margin tinggi dari bisnis emas. Prospek positif ini mendorong beberapa broker memberikan rekomendasi beli dengan target harga yang tinggi.

Berdasarkan riset Mandiri Sekuritas, produksi emas dari tambang Awak Mas milik Indika Energy diprediksi mencapai 80 ribu ons pada tahun 2027 dan meningkat menjadi 100 ribu ons pada tahun 2028. Meskipun angka ini dianggap konservatif oleh Mandiri Sekuritas karena adanya ketidakpastian dalam peningkatan produksi, prospek laba bersih INDY tetap menjanjikan.

Mandiri Sekuritas menilai bahwa INDY memiliki dua mesin penggerak utama yang akan menopang kinerjanya, yaitu bisnis batu bara dan emas. Kedua sektor ini memiliki keunggulan masing-masing yang akan berkontribusi positif. “Awak Mas menjanjikan prospek pertumbuhan laba bersih bagi INDY, kendati kami menetapkan proyeksi konservatif,” tulis riset Mandiri Sekuritas yang dikutip pada Jumat (11/9/2026).

Laba Bersih dan Target Harga Saham INDY

Meskipun pendapatan Indika Energy diproyeksikan naik, Mandiri Sekuritas menurunkan proyeksi laba bersih perusahaan sebesar 7-48%. Penurunan ini diimbangi oleh potensi keuntungan dari kenaikan harga batu bara yang diperkirakan dapat mengompensasi lonjakan kewajiban pajak perusahaan.

Mandiri Sekuritas memprediksi pendapatan INDY akan mencapai US$2,4 miliar pada tahun 2026, naik menjadi US$2,6 miliar pada 2027, dan bertahan di US$2,6 miliar pada 2028. Sementara itu, laba bersih diprediksi mencapai US$18 juta pada 2026, lalu melonjak menjadi US$150 juta pada 2027, dan US$183 juta pada 2028.

Dengan mempertimbangkan prospek tersebut, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham INDY dengan target harga Rp4.300. Target harga ini menawarkan potensi kenaikan sebesar 53% dari harga saham saat riset dibuat, yaitu Rp2.810.