Jurnal Indonesia — JAKARTA – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), bagian dari Grup Sinar Mas, diproyeksikan mengalami peningkatan efisiensi dan margin laba berkat pengoperasian pabrik keempat yang didukung insentif tax holiday selama 20 tahun. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak profitabilitas perusahaan dan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga sahamnya.
Analis Mandiri Sekuritas (Mansek) memperkirakan margin bisnis kertas industrial INKP akan mendekati margin pulp. Hal ini didukung oleh penggunaan biomassa pada pabrik kertas dan penerapan integrasi vertikal yang diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan.
Selama ini, INKP kerap diasosiasikan dengan bisnis pulp. Ke depannya, peningkatan kontribusi dari segmen kertas industri terhadap pendapatan dan laba bersih diharapkan dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap fluktuasi harga pulp global. Mansek mencatat bahwa meskipun iklim harga pulp saat ini kondusif akibat gangguan pasokan yang diprediksi terjadi pada 2026-2027, harga pulp berpotensi menurun pada 2028 seiring dengan tambahan kapasitas produksi dari Indonesia dan Brasil.
Mansek memprediksi Compound Annual Growth Rate (CAGR) pendapatan dan laba bersih INKP akan mencapai 12% dan 17% dalam tiga tahun mendatang, dengan bisnis kertas industri sebagai penopang utama. Return on Equity (ROE) perusahaan juga diprediksi meningkat menjadi 9% pada tahun 2028.
Dengan prospek pertumbuhan yang kuat, Mansek merekomendasikan saham INKP dengan peringkat buy dan menetapkan target harga Rp12.600. Target harga ini mencerminkan potensi kenaikan sebesar 33% dari harga penutupan terakhir. Perhitungan ini menggunakan metode SOTP (Sum of the Parts) dengan mengacu pada Enterprise Value/Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EV/EBITDA) para pesaing global.
Target harga tersebut setara dengan rasio Price to Earnings Ratio (PER) 6,2 kali untuk tahun 2027, yang dinilai sangat menarik jika dibandingkan dengan valuasi pesaing global. Saat ini, saham INKP diperdagangkan dengan PER 2027 sebesar 4 kali, menawarkan peluang investasi yang menggiurkan seiring dengan prospek pertumbuhan bisnis yang positif di masa mendatang.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.