— JAKARTA – Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan performa positif dengan lonjakan 4,51% ke level Rp 3.010 pada akhir sesi I perdagangan Senin, 7 September 2026. Puncak tertinggi dalam tiga bulan terakhir sempat dicapai di angka Rp 3.030.

Perdagangan saham PTBA mencatat volume 58,75 juta lembar dengan frekuensi 15.670 kali transaksi, menghasilkan nilai total Rp 175,83 miliar. Aktivitas pembelian oleh investor asing kembali mendominasi, tercatat melakukan net buy volume sebesar 13 juta saham atau senilai Rp 38,91 miliar pada sesi I hari ini.

Pergerakan saham emiten batu bara ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Jumat, 4 September 2026, yang sempat mengalami penurunan 0,35%. Sebelumnya, saham PTBA telah menjadi incaran investor asing sepanjang pekan lalu, periode 31 Agustus hingga 4 September 2026, dengan total net buy mencapai Rp 57,97 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya (24-28 Agustus 2026), di mana net buy asing tercatat sebesar Rp 4,84 miliar, yang turut mendorong kenaikan harga saham PTBA sebesar 13,83% pada pekan tersebut.

Performa positif saham ini sejalan dengan pengumuman kinerja keuangan konsolidasian PT Bukit Asam Tbk untuk periode enam bulan pertama yang berakhir pada 30 Juni 2026 (1H26). Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menyatakan bahwa perseroan berhasil memulihkan kinerja produksi dan memperkuat penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan, di tengah kondisi operasional yang lebih kondusif.

“Di tengah momentum penguatan harga batu bara global, perseroan mampu mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif, yang didukung oleh pelaksanaan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran,” ungkap Bambang dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 2 September 2026. Ia menambahkan bahwa capaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menangkap momentum pasar secara optimal, sembari menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya sebagai pondasi pertumbuhan kinerja berkelanjutan.

Hingga akhir Juni 2026, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp 22,03 triliun, naik 8% secara tahunan (yoy). Meskipun volume penjualan turun 2% yoy, penguatan harga jual rata-rata sebesar 10% yoy, didukung oleh kenaikan Newcastle Index sebesar 25% yoy dan ICI-3 sebesar 15% yoy, mampu menopang pertumbuhan pendapatan. Porsi penjualan domestik mencapai 51%, sementara 49% lainnya merupakan ekspor ke lima negara tujuan terbesar: Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Laba bersih PTBA tercatat sebesar Rp 2,65 triliun dengan EBITDA Rp 4,27 triliun, menghasilkan net profit margin 12% dan EBITDA margin 19%. Kinerja operasional perseroan menunjukkan pemulihan signifikan pada kuartal II-2026 dengan peningkatan kinerja kuartalan (qoq) baik dari sisi produksi (naik 94%) maupun penjualan (naik 8%). Harga jual rata-rata (ASP) juga meningkat 14% secara qoq dan 10% yoy.

Realisasi belanja modal (capital expenditure) hingga semester I-2026 telah mencapai 30% dari target tahunan, sebesar Rp 1,09 triliun.

Berikut adalah panduan (guidance) PT Bukit Asam untuk tahun fiskal 2026:

  • Volume Produksi: 49,55 juta ton
  • Volume Penjualan: 49,51 juta ton
  • Volume Angkutan: 41,00 juta ton
  • Stripping Ratio: 5,63x
  • Capital Expenditure: Rp 3,64 triliun