— Jakarta – Sebuah rumah di kawasan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, dilalap api pada Minggu (26/7/2026) malam, menewaskan dua orang kakak beradik. Saksi mata dari petugas keamanan RW 14, Agung dan Ubay, menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Agung mengungkapkan bahwa saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan sulit dikendalikan. Petugas keamanan setempat berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR) sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. “Kita ke sini api udah nyala emang. Udah nggak bisa gimana lah, api udah nyala lah. Damkar aja udah. Kita sebisa-bisa pakai APAR, apa nih. Yang libur aja sampai pada datang sih. Sigap semua lah,” ujar Agung.

Ia menambahkan bahwa dirinya sedang bersama ayah korban di pos keamanan ketika kejadian berlangsung. Ayah korban saat itu sedang menunggu kerabatnya. Tiba-tiba, salah seorang warga memberitahukan adanya kebakaran di rumah yang berjarak tidak jauh dari pos keamanan.

“Bapaknya (lagi) ngobrol sama saya di pos. Jadi dia ke pos, saya tanya, nyamperin datang ke pos, ‘Eh, Bos, nggak bawa motor?’ ‘Nggak, nunggu kerabat,’ katanya. ‘Gak usah masuk, sini aja’. Ini rumah depan nih, Pak Temi (bilang), ‘Pak, kayaknya rumah kebakaran.’ ya kita refleks lah. Saya teleponan Danru (komandan regu) saya. Udah Danru telepon juga nih, minta bantuan,” jelas Agung.

Agung juga mendengar adanya suara ledakan saat kebakaran terjadi. Ia menduga ledakan tersebut berasal dari dua unit motor yang berada di dalam rumah. “Ada (ledakan), Bang. Motor di dalam dua meledak, Bang,” katanya.

Mengenai penyebab kebakaran, Agung mengaku tidak mengetahui secara pasti karena ia dan petugas lainnya baru datang saat api sudah membesar. “Dugaan mah nggak ada lah, Bang. Pokoknya kita datang tuh udah nyala emang,” tuturnya.

Agung mengapresiasi kecepatan respons petugas pemadam kebakaran. “Damkarnya bagus juga, gercep (gerak cepat) sih, siaga semualah,” imbuhnya.

Kebakaran yang terjadi di Jalan Pulo Mas Utara 2B, Pulo Gadung, dilaporkan sekitar pukul 19.31 WIB. Tetangga sekitar mendengar suara dentuman sebelum melihat kobaran api yang membesar dan menjalar dengan cepat. Sebanyak 9 unit mobil pemadam kebakaran beserta unit pendukung dan 45 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 21.21 WIB.

Dua korban tewas diketahui adalah adik dan kakak, dengan tahun kelahiran 2011 dan 2018. Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora.