Jurnal Indonesia — DEPOK – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok resmi menghentikan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR). Mulai besok, seluruh satuan pendidikan di Depok akan kembali menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka dan normal.
Kepala Disdik Depok, Wahid Suryono, menyatakan bahwa seluruh sekolah mulai dari PAUD, SKB/PKBM, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, diimbau untuk segera kembali pada jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam pelaksanaan KBM tatap muka, Wahid menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan terhadap dampak abu vulkanik. Ia mengimbau seluruh siswa dan guru untuk senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“Melakukan pemantauan kondisi lingkungan sekolah dan memastikan kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah. Melakukan koordinasi dengan stakeholder sekolah seperti komite sekolah, orang tua siswa, dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat,” ujar Wahid dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Sebelumnya, Dindikbud Kota Depok memberlakukan PJJ selama dua hari, yaitu Senin dan Selasa, sebagai respons terhadap dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan ini diambil untuk memastikan keselamatan para siswa dan tenaga pendidik.
“Depok mengambil kebijakan ini belajar dari rumah (BDR) ya, PJJ dua hari ya, Senin-Selasa. Sambil dievaluasi nanti perkembangannya seperti apa, mudah-mudahan membaik ya,” ungkap Wahid Suryono saat dihubungi wartawan pada Minggu (6/9) lalu.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.