— JAKARTA – Pasar emas di Swiss menjadi sorotan setelah negara tersebut mulai memberlakukan larangan pembelian dan impor emas asal Sudan. Selain itu, pasokan peralatan pertambangan dari negara itu juga dibatasi.

Langkah ini bertujuan untuk memutus sumber pendanaan aktivitas perang yang telah berlangsung selama tiga tahun di Sudan. Dikutip dari Mining, Jumat (11/9/2026), Swiss melarang pembelian, impor, dan transit emas yang berasal dari Sudan, beserta layanan terkait dan bantuan keuangan.

Otoritas negara tersebut juga melarang penjualan dan pasokan barang-barang tertentu yang digunakan untuk menambang dan mengekstraksi emas, termasuk bahan kimia dari Sudan. Dalam keterangannya, Pemerintah Swiss menyatakan tetap prihatin terhadap situasi kemanusiaan di Sudan, seiring berlanjutnya pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Namun, larangan impor komoditas dari negara tersebut menyelaraskan kebijakan Swiss dengan langkah-langkah Uni Eropa yang diadopsi pada 13 Juli. Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah-pemerintah Barat yang semakin gencar membatasi perdagangan emas yang menopang ekonomi perang Sudan.

Swiss akan memasukkan pembatasan baru ini ke dalam peraturan (ordinansi) yang sudah ada mengenai langkah-langkah terhadap Sudan. Swiss juga menerapkan persyaratan uji tuntas (due diligence) terhadap impor emas dan logam mulia lainnya guna mencegah perdagangan sumber daya yang terkait dengan konflik.

Menurut Uni Eropa, emas telah menjadi sumber pendapatan penting bagi kedua pihak yang terlibat konflik. Blok tersebut mulai menetapkan kerangka sanksi terhadap Sudan pada Oktober 2023, beberapa bulan setelah pertempuran antara SAF dan RSF meletus pada tahun yang sama.