Jurnal Indonesia — Polisi mengungkap perkembangan kasus pengemudi pikap yang kabur setelah menyerempet sepeda motor di wilayah Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Kedua belah pihak yang terlibat dalam insiden tersebut kini telah dipertemukan.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rahman, mediasi telah dilakukan pada Kamis (10/9) malam. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan kekeluargaan.
“Kami sudah berhasil mempertemukan kedua belah pihak dan memberikan ruang untuk mediasi kepada kedua belah pihak,” ujar Ares, Jumat (11/9/2026).
“Dalam proses mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan dengan kekeluargaan dan tidak saling menuntut satu sama lain,” tambahnya.
Ares mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan atau menginformasikan peristiwa kecelakaan lalu lintas kepada hotline 110.
Alasan Kabur Karena Panik
Sebelumnya, polisi menjelaskan alasan pengemudi pikap berinisial JD itu kabur setelah menyerempet sepeda motor. JD mengaku kabur karena panik dikejar warga.
“Ya diduga keterangan daripada yang bersangkutan untuk informasi awal adalah karena panik dan takut dikejar-kejar oleh warga yang mengakibatkan yang bersangkutan itu tetap melanjutkan perjalanan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rahman, Selasa (8/9).
Pikap yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui membawa muatan drum. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait isi dari drum tersebut.
“Membawa drum, untuk isinya masih dalam lidik (penyelidikan),” ungkapnya.
Peristiwa penyerempetan terjadi pada Senin (7/9) pagi. Mobil pikap yang sempat kabur itu akhirnya berhasil diberhentikan oleh warga setelah dikejar. Namun, warga yang kesal dengan tindakan pengemudi yang kabur sempat merusak mobil tersebut.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.