— Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan memiliki keinginan untuk mendorong Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Wacana yang muncul ini segera memicu beragam reaksi dan sindiran dari warganet di berbagai platform media sosial.

Menurut laporan dari New York Post, Trump menilai bahwa Gianni Infantino memiliki kemampuan yang langka dalam menyatukan orang-orang dari berbagai negara. Hubungan antara Trump dan Infantino juga disebut semakin erat, terutama selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sebuah sumber yang memahami pemikiran Trump menyatakan bahwa Presiden AS tersebut memandang Infantino sebagai sosok yang dihormati secara global. Trump dikabarkan juga menganggap kandidat lain yang beredar kurang menarik dibandingkan dengan pria berusia 56 tahun itu.

Gianni Infantino telah memimpin FIFA sejak tahun 2016. Di bawah kepemimpinannya, FIFA memutuskan untuk memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim, dan turnamen tahun 2026 akan diselenggarakan di tiga negara Amerika Utara.

Kedekatan antara Trump dan Infantino beberapa kali terlihat di hadapan publik selama gelaran Piala Dunia 2026. Infantino juga kerap memberikan pujian kepada Trump atas perannya dalam membantu penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Warganet Ramai Menyindir

Kabar mengenai kemungkinan Infantino berpindah dari FIFA ke PBB sontak menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan pengalaman diplomatik Infantino, sementara yang lain menjadikannya sebagai bahan lelucon.

Beberapa warganet bergurau bahwa jabatan Presiden FIFA kini bisa menjadi batu loncatan untuk posisi “presiden dunia”. Ada pula yang menyindir bagaimana sosok yang biasa mengurus aturan sepak bola nantinya harus berhadapan dengan isu-isu konflik dan perdamaian internasional.

Warganet Indonesia juga turut meramaikan perbincangan ini dengan berbagai komentar. Salah satunya dari akun @Nippon_Sangoku yang menyindir, “mang enak sih kalo kenal sama orang dalam pasti ujung2nya di kasih jabatan kwkwkw.”

Akun @kursipojokatas menimpali, “Kok bisa orang yang ngurus sepak bola lompat jadi calon sekjen PBB. CVnya lewat jalur VIP kali ya, Nepotisme yang sebenarnya.”

Sementara itu, @adjiecation mengungkapkan kecurigaannya, “Apakah ini yang bikin si Infantino nyabut hukuman kartu merah si Balogun? Kan kita gatau tuh isi percakapan di telpon janjiin apa.”

Pernyataan @Ifaturrohman menyamakannya dengan presiden lain, “bener2 mirip suatu presiden yang milih orang berdasarkan kedekatan bukan kemampuan, yang dia bener2 gapeduli siapa yg mimpin yang penting bagi2 aja dulu wkwkwkw.”

Akun @tanpatandabukti menyampaikan kekhawatiran, “Makin ngaco. Dia bikin BoP kan katanya buat tandingan PBB, ini PBB juga mulai dimasukkin orang2 dia. Entah apa jadinya dunia ini bener2 di tangan dia semua. Udah gila.”

Jalan Infantino Menuju PBB Masih Panjang

Meskipun ada keinginan dari Donald Trump, hal tersebut tidak secara otomatis menjadikan Gianni Infantino sebagai calon resmi, apalagi langsung terpilih. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apakah Presiden FIFA tersebut tertarik untuk meninggalkan organisasi sepak bola dunia demi memimpin PBB.

Masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, António Guterres, akan berakhir pada 31 Desember 2026. Penggantinya dijadwalkan akan mulai bertugas pada 1 Januari 2027.

Proses pemilihan Sekjen PBB sendiri cukup rumit. Dewan Keamanan PBB yang terdiri dari 15 negara anggota harus merekomendasikan satu nama kepada Majelis Umum. Lima anggota tetap Dewan Keamanan, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis, memiliki hak veto dalam proses ini.

Sejumlah kandidat telah masuk dalam bursa calon, sementara itu dorongan agar PBB memilih Sekjen perempuan pertama serta memperhatikan rotasi kawasan juga turut mewarnai proses pencalonan. Kandidat dari kawasan Amerika Latin dan Karibia sebelumnya disebut-sebut memiliki peluang yang besar.