Jurnal Indonesia — Seorang mantan tukang las SpaceX mendadak menjadi miliarder kecil setelah saham perusahaan itu melantai dan mengalami lonjakan harga pada hari IPO. Juan Hernandez, yang bekerja di SpaceX selama sekitar satu dekade, kini memegang saham dengan nilai lebih dari USD 1 juta.
Hernandez, yang kini bekerja di perusahaan roket lain, tercatat memiliki sekitar 6.500 saham SpaceX. Pada penutupan perdagangan Jumat (12/6), harga per saham tercatat USD 160,95, sehingga nilai kepemilikannya mencapai USD 1.046.175.
Saham SpaceX mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat pagi dengan simbol SPCX, menandai debut publik perusahaan yang lama dinantikan. Penawaran umum perdana ini turut mengangkat posisi para pendiri dan pemegang saham besar perusahaan.
Hernandez mengatakan sebelum bergabung dengan SpaceX ia bahkan belum pernah mendengar tentang perusahaan itu. Tawaran kerja datang dari seorang teman yang juga bekerja sebagai tukang las di SpaceX dan menilai latar belakang Hernandez cocok untuk posisi tersebut.
Ketika ia direkrut pada 2015, perusahaan menawarkan paket saham senilai sekitar USD 10.000. “Itu bukan sesuatu yang besar. Saat itu saya tidak tahu apa-apa soal itu. Saya tidak tahu akan menjadi sebesar ini sekarang,” kata Hernandez.
Selama sepuluh tahun di SpaceX, Hernandez bertugas sebagai tukang las yang menyiapkan struktur roket dan infrastruktur peluncuran. Ia kemudian naik pangkat hingga menjadi supervisor.
Hernandez menilai program kepemilikan saham karyawan memberi motivasi tambahan. “Mereka juga akan bekerja lebih baik karena, maksud daya, ini perusahaan mereka juga,” ujarnya.
Meski kini nilainya berubah, Hernandez menyatakan ia tak akan berubah. Sebagai imigran di Amerika Serikat, ia berkomitmen untuk terus bekerja keras dan mewariskan pelajaran tentang kerja dan investasi kepada anak-anaknya.
Ia mengajari tiga anaknya, termasuk putrinya yang berusia 16 tahun, berinvestasi. Putrinya kini sudah memegang saham di beberapa perusahaan.
Jika diberi kesempatan bertemu langsung dengan CEO perusahaan, Hernandez mengatakan ia akan menyampaikan terima kasih. “Ia membantu orang-orang seperti kita, misalnya juru masak atau tukang listrik. Ia membuat kehidupan semua orang ini menjadi lebih baik dan berarti bagi keluarga mereka juga,” tutup Hernandez.
Ikuti Jurnal Indonesia
