— Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai tingginya jumlah perokok di kalangan anak dan remaja membutuhkan langkah nyata yang terukur dan melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi pembentukan pola hidup sehat.

“Pemahaman masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat harus terus ditingkatkan mulai dari lingkungan keluarga, sehingga kesadaran untuk mewujudkan generasi yang kuat dan tangguh terus tumbuh,” ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Data Konsumsi Rokok Anak

Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation mencatat sepanjang 2025 ada 2,03 juta anak remaja yang menghabiskan Rp 4,5 triliun per tahun untuk membeli 4,17 miliar batang rokok. Angka tersebut disebut Lestari sebagai sinyal krisis bagi masa depan generasi Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi perokok usia 10-18 tahun tercatat 7,4%. Lestari membandingkan angka ini dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029 yang menempatkan batas target pada 5,4%.

Seruan untuk Tindakan Bersama

Menanggapi data tersebut, Lestari mendesak penanganan segera dan kolaborasi antarinstansi. “Catatan ini harus segera ditindaklanjuti bersama semua pihak dengan langkah nyata, agar target yang telah ditetapkan benar-benar bisa direalisasikan,” katanya.

Dia menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah upaya teknis pemerintah yang bertujuan mencegah dan menekan penjualan rokok kepada anak dan remaja, termasuk sosialisasi bahaya tembakau dan nikotin. Namun, Lestari menekankan perlunya dukungan lintas sektor agar program pencegahan berjalan efektif.

Peran Keluarga dan Pendidikan

Lestari menekankan penguatan pemahaman tentang pola hidup sehat sejak dini melalui keluarga dan institusi pendidikan sebagai langkah paling mendasar.

“Kebiasaan baik harus dimulai dari lingkungan keluarga. Para orang tua harus mampu mengedukasi anak sejak dini agar penerapan pola hidup sehat menjadi keseharian keluarga dan masyarakat,”

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan, menyelamatkan anak dari bahaya rokok merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.