— Warga RT 02 RW 008, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menyuarakan keluhan terkait bau busuk dan melubernya sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang berlokasi di sekitar Stasiun Pasar Minggu. Warga menduga TPS tersebut tidak hanya digunakan oleh warga sekitar, tetapi juga oleh penduduk dari kawasan lain.

Ketua RT 2, Titin, menjelaskan bahwa TPS tersebut seharusnya dikhususkan untuk warga RW 08. Namun, kenyataannya, TPS itu dipenuhi sampah dari berbagai area, termasuk Condet, Kampung Jawa, RW 7, dan RW 6.

“Itu sebenarnya tempat pembuangan sampah itu khusus buat RW 08. Tapi kenyataannya tidak, karena yang buang sampah dari mana-mana ya kan, dari Condet, Kampung Jawa, RW 7, RW 6 bahkan ke situ juga,” ujar Titin saat ditemui di rumahnya, Sabtu (25/7/2026).

Titin mengaku telah berulang kali melaporkan masalah ini ke Dinas Lingkungan Hidup (LH) agar TPS tersebut dibersihkan. Pihak Dinas LH pun telah berupaya mengangkut sampah secara rutin menggunakan truk dan alat berat seperti beko.

Meskipun demikian, upaya tersebut belum memberikan solusi permanen. Pasalnya, volume sampah yang terus bertambah dari warga luar kawasan membuat TPS tersebut selalu penuh. “Kayak udah nyerah ajalah tentang pembuangan sampah itu. Kita mengadu ke LH udah, LH udah menyediakan truk setiap hari diangkut, terus ada beko juga. Tapi beko pergi, truk pergi, yang buang sampah coba nonstop 24 jam di situ, ya kan? Yang buang sampah ke situ lagi ke situ lagi, lah terus gimana kita?” keluh Titin.

Sampah yang meluber dari TPS liar tersebut kini menggenangi jalan arteri Tanjung Barat, dengan jarak hanya sekitar 30-50 meter dari permukiman warga. Kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan warga.

“Sangat terganggu, apalagi sekarang tambah banyak itu. Dulu sedikit, sekarang tambah kecil (jalanannya), oh jadi gimana solusinya,” tuturnya.

Titin menambahkan bahwa meskipun mobil truk pengangkut sampah rutin datang setiap pagi, sampah tetap menumpuk kembali di siang hari karena aktivitas pembuangan sampah yang tidak berhenti.

“Rutin, tiap hari itu selalu ada ya. Cuma ya truknya kan cuma sekali kan itu mengangkutnya tiap pagi doang kan. Udah, siang udah numpuk lagi sampai malam sampai besoknya lagi baru ketemu truk lagi,” jelasnya.