— JAKARTA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadapi gelombang aduan yang signifikan. Sebanyak 100.000 orang telah menyampaikan keluhan mereka terkait dugaan ketidakadilan dalam tubuh FIFA.

Kampanye yang dikenal dengan ‘Reboot FIFA’ ini telah berjalan sejak gelaran Piala Dunia 2026, diprakarsai oleh organisasi hak asasi manusia FairSquare. Dukungan terhadap pengaduan yang ditujukan kepada Infantino ini menunjukkan keprihatinan publik yang luas.

Tuduhan utama yang dialamatkan kepada Infantino meliputi potensi penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran aturan netralitas politik, terutama terkait hubungannya dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Kampanye ini juga meluas mencakup isu-isu lain seperti pembatalan sanksi terhadap pemain Folarin Balogun dan proyek kontroversial ‘FIFA Forward Enterprise’ yang akhirnya dibatalkan.

Pengaduan resmi telah diserahkan kepada Komite Etik FIFA pada hari Selasa (8/9). Diharapkan, komite tersebut akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tuduhan-tuduhan ini demi menjaga integritas dan keadilan di FIFA.

Selain penyalahgunaan jabatan dan pelanggaran netralitas politik, Infantino juga dituduh melanggar kewajiban loyalitas. Situasi ini dapat menjadi tantangan serius bagi Infantino yang berencana maju kembali dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027.