Jurnal Indonesia — JAKARTA – Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 1,3 triliun pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 10 September 2026. Aksi jual signifikan ini sebagian besar tertuju pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Berdasarkan data yang dirilis Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net sell saham BBCA sebesar Rp 276,2 miliar, dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume transaksi jual bersih ini mencapai 42,5 juta saham.
Aktivitas jual beli di pasar reguler ini terjadi bersamaan dengan pelemahan harga saham BBCA. Hingga berita ini ditayangkan, saham BBCA mengalami penurunan 1,15% ke level Rp 6.450. Dalam sebulan terakhir, saham BBCA tercatat naik 1,18%, namun secara year to date (ytd), saham bank berkode emiten BBCA ini terkoreksi 20,1%.
Data dari PT Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan bahwa total saham BBCA yang ditransaksikan mencapai 108,5 juta lembar dengan frekuensi sebanyak 21.420 kali. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 705,4 miliar.
Perdagangan saham BBCA pada Kamis ini melanjutkan tren serupa dari hari sebelumnya. Pada Rabu, 9 September 2026, saham BBCA juga banyak dilepas oleh investor asing dengan total net sell mencapai Rp 638,6 miliar.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia dalam catatan perdagangan Kamis (10/9/2026) memproyeksikan target terdekat saham BBCA berada di kisaran harga Rp 6.650 hingga Rp 6.775. Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia mengidentifikasi area support saham BBCA terletak pada level Rp 6.375 hingga Rp 6.450.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.