— BANDAR LAMPUNG – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat kehadiran layanan perbankannya di Lampung dengan meresmikan gedung baru dan peningkatan status Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kemiling di Bandar Lampung. Sebelumnya berstatus KCP Kas, kini KCP Kemiling resmi beroperasi sebagai KCP penuh.

Peningkatan status dan relokasi kantor ini dilakukan sebagai respons terhadap pertumbuhan jumlah nasabah serta perkembangan aktivitas ekonomi di kawasan Kemiling dan sekitarnya. Kantor baru BCA kini berlokasi di Gedung Chandra Kemiling, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 56, Bandar Lampung. Dengan fasilitas yang lebih luas dan modern, KCP Kemiling diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan memenuhi kebutuhan layanan perbankan masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Pendukung Operasi Wilayah VI BCA, Lenny Cendra, menjelaskan bahwa pengembangan jaringan kantor cabang merupakan bagian dari strategi BCA untuk memperkuat konsep hybrid banking. Konsep ini menggabungkan layanan digital dengan layanan tatap muka.

“Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. Namun, kami melihat kebutuhan terhadap layanan fisik tetap penting, khususnya untuk berbagai kebutuhan perbankan yang memerlukan pendampingan dan interaksi langsung,” ujar Lenny dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026).

Lenny menambahkan, kehadiran KCP Kemiling dengan fasilitas yang lebih representatif diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi nasabah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Bandar Lampung. Penguatan jaringan fisik ini sejalan dengan perkembangan layanan digital BCA.

Dalam tiga tahun terakhir, integrasi kanal digital dan jaringan kantor fisik disebut telah mendorong pertumbuhan volume transaksi nasabah BCA hingga 60%. Hingga akhir Juni 2026, BCA melayani 42 juta rekening nasabah melalui berbagai kanal perbankan digital, termasuk myBCA dan BCA mobile. Layanan ini didukung oleh 1.272 kantor cabang dan lebih dari 20.000 mesin ATM/CRM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan nasabah dan aktivitas transaksi juga menopang kinerja penghimpunan dana BCA. Pada semester I-2026, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 7,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 1.284 triliun.

Lenny menegaskan bahwa perkembangan layanan digital tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap kantor cabang. Sebaliknya, kedua kanal tersebut dinilai saling melengkapi dalam memberikan fleksibilitas kepada nasabah.

“Bagi BCA, transformasi digital dan kehadiran kantor cabang saling melengkapi dalam memberikan pengalaman perbankan yang relevan. Kami ingin memastikan nasabah senantiasa memiliki fleksibilitas penuh untuk memilih kanal layanan sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka,” tutup Lenny.