— Amazon Web Services (AWS) mengidentifikasi kebutuhan besar akan talenta digital di Indonesia sebagai kunci utama untuk mendorong adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri.

Untuk mengatasi tantangan ini, AWS secara aktif menyelenggarakan program pelatihan AI yang dirancang untuk membekali kaum muda Indonesia dengan sertifikasi yang diakui. Selain itu, AWS juga memfasilitasi pertemuan antara industri dan talenta digital melalui penyelenggaraan bursa kerja.

“Tantangannya bukan hanya soal pengetahuan, karena itu bisa didapat siapa saja. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana para peserta ini benar-benar bisa mendapatkan pekerjaan atau bahkan mampu membangun proyek AI mereka sendiri di perusahaan,” ujar Head of Training & Certification Business Development AWS Indonesia, Yashinta Bahana, di Jakarta.

Yashinta menjelaskan bahwa industri saat ini membutuhkan talenta digital, sementara institusi pendidikan terkadang kesulitan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri. AWS hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

“Kebutuhan industri inilah yang kami coba penuhi, agar pelatihan yang diberikan benar-benar relevan,” tambahnya.

Salah satu pencapaian signifikan AWS di Indonesia terjadi pada 13 Oktober 2025, ketika AWS bersama ribuan siswa dari 21 SMA di Jawa Barat berhasil memecahkan Guinness World Records untuk kategori ‘Most Application Made in an On-Site Generative AI’. Acara yang berlangsung di SMK Negeri 1 Karawang ini melibatkan siswa dalam membuat aplikasi menggunakan generative AI melalui platform Amazon Bedrock, PartyRock, dan menghasilkan 10.821 aplikasi Gen AI dalam satu hari.

“Kami ingin anak-anak muda yang mungkin sebelumnya tidak tertarik pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), menjadi tertarik. Ini sejalan dengan aspirasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dipimpin oleh Ibu Meutya Hafid,” ungkap Yashinta.

Strategi AWS mencakup pelatihan digital yang dimulai sejak usia dini, program yang inklusif bagi penyandang disabilitas, seperti program pelatihan cloud ‘Terampil di Awan’ dan ‘IndonesiapandAI’. AWS juga menawarkan berbagai pelatihan AI, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, serta program peningkatan keterampilan bagi pegawai perusahaan, seperti yang telah dilakukan bersama Telkomsel dalam bidang cloud, security, dan AI.

Country Manager AWS Indonesia, Anthony Amni, menegaskan bahwa meskipun AWS membawa infrastruktur teknologi berstandar global ke Indonesia, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor krusial. Tanpa SDM yang memadai, teknologi canggih yang dihadirkan berpotensi menjadi sia-sia.

“Kami bertekad menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia digital melalui pengembangan talenta dan pemanfaatan teknologi,” kata Anthony.

Secara global, AWS telah bermitra dengan berbagai entitas untuk mendorong adopsi AI. Ruba Borno, Vice President AWS Specialists and Partners, menyoroti bahwa banyak investasi AI di dunia menghadapi hambatan saat transisi dari tahap uji coba ke produksi dan adopsi skala penuh.

Sebagai solusi, AWS menerapkan empat strategi utama: membangun fondasi data yang kokoh secara strategis, menumbuhkan kepercayaan melalui keamanan dan verifikasi yang ketat, mengubah budaya organisasi agar selaras dengan teknologi baru, serta berkolaborasi dengan para pakar yang tepat.