— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan senilai Rp 22 miliar untuk mahasiswa Palestina. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis kepada Duta Besar Palestina dalam acara pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyatakan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari total dana kemanusiaan Palestina yang berhasil dihimpun BAZNAS RI sebesar Rp 200 miliar. Dana ini mencerminkan kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina, khususnya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda di sana.

“Di antara alokasi dana tersebut antara lain adalah untuk beasiswa mahasiswa Palestina yang ada di Indonesia, di mana pada tahap pertama teralokasikan sebesar Rp22 miliar hasil kerja sama rekrutasi dan pembinaan antara BAZNAS, MUI, dan Kemendikbudristek,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

BAZNAS RI menegaskan bahwa penyaluran beasiswa ini menggunakan dana kemanusiaan yang secara khusus dihimpun untuk Palestina. Hal ini dipastikan tidak akan mengurangi maupun menggunakan alokasi dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk program-program BAZNAS di Indonesia.

“Dana ini merupakan amanah masyarakat Indonesia yang sejak awal diperuntukkan bagi rakyat Palestina. Jadi, tidak mengurangi maupun menggunakan alokasi dana ZIS untuk program-program BAZNAS di Indonesia,” ujarnya.

Selain program pendidikan, BAZNAS RI juga telah berkoordinasi dengan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) terkait rencana penyaluran dana bantuan kemanusiaan Palestina untuk pembangunan infrastruktur fisik di wilayah tersebut. Kepedulian dan antusiasme masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga swasta dalam menyalurkan donasi kemanusiaan untuk Palestina melalui BAZNAS RI terus berlangsung.

“Per hari ini masyarakat, organisasi, dan lembaga yang membantu Palestina masih sangat semangat serta banyak yang menitipkannya ke BAZNAS,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. Amirsyah Tambunan, M.A., menambahkan bahwa kolaborasi program beasiswa ini berfokus pada penguatan kapasitas anak-anak Palestina di tengah berbagai keterbatasan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci penting untuk membantu bangsa yang tengah menghadapi krisis agar dapat bangkit dan berdiri sejajar dengan negara lain.

“Sebagai orang beriman harus optimistis, jangan pernah menyerah dan putus asa karena Allah mengingatkan wala tahinu wala tahzanu wa antumul a’lawna in kuntum mu’minin (janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman), sehingga segala tantangan maupun ujian harus dihadapi untuk bisa terus bangkit,” pungkasnya.