— Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI meluncurkan Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026. Program ini menyediakan kesempatan bagi 200 mahasiswa asal Palestina untuk menempuh pendidikan jenjang magister (S2) di 33 perguruan tinggi mitra.

Peluncuran program dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mujahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto, dan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, di Gedung Kemdiktisaintek RI, Jakarta.

Sodik Mujahid menekankan pentingnya pendidikan sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan generasi Palestina yang kelak dapat berkontribusi bagi pembangunan negaranya. “Kami percaya pendidikan adalah jalan menuju perdamaian. Yang kami harapkan bukan sekadar lulusan, tetapi generasi yang memiliki ilmu dan karakter, sehingga nantinya dapat ikut membangun kembali masa depan bangsanya,” ujar Sodik.

Prof Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen BAZNAS dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. “Investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan,” katanya.

Idy Muzayyad menjelaskan bahwa Beasiswa Palestina BAZNAS merupakan skema bantuan baru yang dilatarbelakangi oleh kondisi Palestina yang masih mengkhawatirkan. Skema ini mengalihkan fokus bantuan langsung ke pemulihan menjadi pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina yang telah menyelesaikan S1 untuk melanjutkan ke jenjang S2 di Indonesia.

BAZNAS telah mengalokasikan dana sekitar Rp 22 miliar untuk 200 mahasiswa penerima beasiswa. Kemendiktisaintek dilibatkan untuk membantu proses penjaringan dan seleksi mahasiswa, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi mitra.

Penerima beasiswa dapat berasal dari mahasiswa Palestina yang telah menyelesaikan S1 di Indonesia, seperti contohnya mahasiswa yang sebelumnya menerima beasiswa S1 dari Universitas Lampung.

Selain biaya pendidikan, beasiswa ini juga mencakup dukungan untuk biaya hidup, biaya praktikum dan buku, serta pembinaan selama masa studi.

Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat untuk sektor pendidikan dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah serta perguruan tinggi untuk membuka akses pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.

Acara peluncuran turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Imdadun Rahmat, serta para pejabat tinggi di lingkungan Kemdiktisaintek.