Jurnal Indonesia — Medan — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyatakan Festival Karnaval Budaya Nusantara dan Pentas Seni menggambarkan kuatnya semangat kolaborasi antarkota di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan saat acara yang menampilkan partisipasi 55 kota dalam parade budaya bertema “The Sparkling of Local Heroes and Culture” di Lapangan Merdeka, Medan, pada Kamis (2/7).
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Parade dan pertunjukan seni menarik perhatian warga yang memadati lokasi acara.
Meskipun sempat diguyur hujan, para peserta tetap menampilkan ragam atraksi budaya dari masing-masing kota. Bima Arya bersama Wali Kota Medan Rico Waas, Ketua APEKSI Eri Cahyadi, dan sejumlah kepala daerah memilih bertahan di tengah gerimis untuk memberi dukungan kepada peserta.
Bima memberi apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Medan atas penyelenggaraan festival yang melibatkan puluhan kota.
“Saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada Pak Wali Kota Medan yang telah menyuguhkan rangkaian acara yang sangat spektakuler. Karena kita lihat walaupun hujan, mereka tidak bergeser. Mereka tetap berada dalam posisinya masing-masing dan tetap menyuguhkan tarian yang sangat kolosal dan spektakuler,” ujar Bima dalam keterangan, Jumat (3/7/2026).
Menurut Bima, antusiasme peserta yang tetap tampil meski hujan mencerminkan komitmen untuk menyukseskan kegiatan serta menggambarkan kekompakan dan sinergi antarkota dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Nusantara.
Dia menambahkan bahwa kolaborasi antarkota tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan daya tarik budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini adalah simbol bahwa kota-kota Indonesia terus bergerak maju dan berkolaborasi,” pungkas Bima.
Ikuti Jurnal Indonesia
