— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang meminta warga pesisir meningkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Imbauan ditujukan untuk menjaga keselamatan warga dari potensi dampak erupsi, khususnya bahaya bebatuan pijar dan material vulkanik yang dapat meluas dari kawah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, mengatakan pihaknya telah menyampaikan peringatan kepada masyarakat serta aparatur kecamatan hingga tingkat desa.

“Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa,”

Acep menyebut kondisi pesisir pantai di Kabupaten Pandeglang saat ini relatif aman dan meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak panik meskipun aktivitas vulkanik meningkat.

Pelayanan publik seperti pasar dan fasilitas kesehatan di puskesmas serta rumah sakit di daerah itu tetap berjalan normal, kata Acep. Namun dia menegaskan pentingnya kewaspadaan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau tercatat naik ke status Level III atau Siaga, sebelumnya berada pada Level II atau Waspada. BPBD merekomendasikan agar nelayan, wisatawan, dan warga tidak mendekati kawasan gunung.

“Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung,”

Sejumlah pedagang di Labuan, Pandeglang, mengatakan mereka tetap melanjutkan aktivitas jual beli seperti biasa, meski tetap menjaga kewaspadaan.

“Kami tetap tenang, namun tetap waspada, serta jangan sampai terulang kembali tsunami 2018 hingga ratusan orang meninggal dan ribuan orang mengungsi,”

BPBD menghimbau masyarakat mengikuti arahan resmi dan menjauhi zona berbahaya sampai kondisi dinyatakan aman oleh otoritas terkait.