— JAKARTA – Ratusan ribu keluarga kehilangan tulang punggung mereka setiap tahun akibat kecelakaan kerja maupun sakit. Di tengah duka, muncul kegundahan mengenai kelangsungan hidup. Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hadir tak hanya berupa manfaat finansial, tetapi juga pendampingan agar keluarga pekerja kembali berdaya dan mandiri.

Semangat ini diwujudkan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Sejalan dengan peringatan Hari Kemerdekaan, BPJS Ketenagakerjaan menggelar Soft Launching Nasional PEKA di Bandung, yang diikuti serentak di seluruh Indonesia.

Acara tersebut diresmikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, dan Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain. Program PEKA merupakan bukti nyata dari semangat Value Beyond Protection, yang menunjukkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada pemberian manfaat, melainkan menjadi pijakan bagi penerima untuk bangkit dan produktif.

Semangat pemberdayaan ini juga sejalan dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi inisiatif PEKA. Ia menilai program ini menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga mendampingi agar manfaat yang diterima dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. “Idenya luar biasa. Menurut saya, ini harus kita apresiasi. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sampai memberikan uang atau santunan, tapi juga mengawal bagaimana uang atau santunan itu bisa bermanfaat secara berlanjut, terus-menerus. Karena memang kemandirian ini menjadi kunci,” ujar Yassierli.

Yassierli menambahkan bahwa PEKA berpotensi mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri dan wirausaha baru. Kementerian Ketenagakerjaan siap berkolaborasi dan memberikan pendampingan agar para penerima manfaat maupun ahli waris mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. “Kita berharap bisa menumbuhkan tenaga kerja mandiri baru, wirausaha baru yang akan menjadi soko guru perekonomian bangsa kita. Ujungnya tentu kita berharap tidak hanya wirausaha baru, tapi juga nanti menciptakan lapangan kerja baru,” harapnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menjelaskan bahwa PEKA berangkat dari perhatian terhadap keberlanjutan manfaat yang diterima pekerja maupun ahli waris. BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan manfaat tersebut tidak hanya memberikan ketahanan jangka pendek, tetapi juga menjadi bekal kemandirian ekonomi. “Kami melihat bagaimana manfaat yang diterima peserta ini bisa menjadi produktif. Kami khawatir kalau tidak dilakukan pendampingan dan pembekalan, manfaat yang diterima hanya menjadi konsumtif. Karena itu, melalui PEKA kami ingin mendorong shifting dari konsumtif menjadi produktif, dari menerima manfaat menjadi memiliki daya, dan pada akhirnya menjadi mandiri,” ujar Saiful.

Menurut Saiful, keberhasilan PEKA tidak hanya diukur dari jumlah pelatihan atau peserta, tetapi dari kemampuan penerima manfaat untuk menjadi produktif, memperoleh penghasilan, dan kembali mandiri. Sebanyak 1.426 penerima manfaat mengikuti rangkaian kegiatan PEKA yang digelar serentak di 45 titik di seluruh Indonesia.

Pemberdayaan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan potensi ekonomi daerah. Bentuknya meliputi peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, digital marketing/content creator, kuliner, kerajinan, florist, barista, laundry, make up, menjahit, reseller, serta pelatihan usaha lainnya.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan mengedepankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, komunitas, dan mitra strategis lainnya. “Harapannya kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan bersama. Karena itu kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan ekosistem lainnya untuk bersama-sama memberdayakan ekonomi dan kemandirian para penerima manfaat. Bahkan, kita berharap nantinya mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru,” pungkas Saiful.