Jurnal Indonesia — Bentrokan maut antara warga dengan sekelompok orang terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan satu orang tewas. Peristiwa tragis ini dipicu oleh perselisihan kecil terkait pembelian sarapan nasi uduk.
Keributan yang terjadi pada Minggu (26/7) pagi itu sempat memanas dengan aksi saling lempar batu antar kedua belah pihak. Beberapa orang dilaporkan membawa senjata tajam seperti kayu dan bambu, serta merusak pagar dan barang-barang di sekitar lokasi.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa situasi di lokasi kini telah kondusif di bawah pengamanan petugas. “Betul ada kejadian yang dimaksud, tapi sampai sekarang saya belum ada data lengkapnya,” ujar Iptu Erlyn.
Korban Jiwa Akibat Bentrokan
Bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak tersebut menimbulkan korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa ada dua orang yang diamankan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam kondisi kritis. “Namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal,” kata Roby di lokasi kejadian.
Menurut Roby, polisi menerima laporan warga sekitar pukul 10.00 WIB mengenai keributan antara satu kelompok dan warga. Polisi segera mengerahkan personel ke lokasi. “Dari korban yang kita amankan dari TKP ada dua orang dibawa ke RSCM, dan dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang kita sedang amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng,” jelasnya.
Pemicu Awal Bentrokan
Polisi mengungkap bahwa pemicu awal bentrokan maut ini berawal dari cekcok antara seseorang dari kelompok yang terlibat dengan penjual nasi uduk di Jalan Matraman Dalam. Pemicu keributan adalah rasa tidak dilayani dengan baik saat membeli sarapan.
Roby melanjutkan bahwa orang yang merasa tidak terima tersebut kembali ke lokasi dengan membawa teman-temannya dan merusak gerobak nasi uduk milik penjual. “Kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut,” ucapnya.
Merasa geram atas perlakuan tersebut, warga sekitar kemudian membalas dengan menyerang lokasi kelompok pelaku, yang akhirnya merembet ke Jalan Tambak dan memicu bentrokan yang lebih besar.
Kesaksian Warga
Seorang warga bernama Yafa menceritakan bahwa rangkaian bentrokan berawal ketika seorang dari kelompok tersebut diduga membeli nasi uduk namun tidak membayar dan kabur. Saat diteriaki, ia justru melintas begitu saja.
Yafa menambahkan bahwa kelompok tersebut kemudian kembali karena merasa tidak senang dan merusak gerobak nasi uduk. Pedagang nasi uduk tersebut merupakan warga sekitar yang sudah lama berjualan, sementara pelaku adalah orang baru di lingkungan tersebut.
Setelah gerobak dirusak, warga sekitar turun tangan membantu pedagang. Namun, emosi warga tidak terbendung, dan bentrokan dengan kelompok tersebut tak terhindarkan. Yafa melihat beberapa orang dari kelompok itu digiring warga menuju Jalan Tambak. Ia juga menyebut bahwa kelompok tersebut baru kali ini membuat onar di lingkungan tersebut.
Sisa-sisa Kerusakan
Setelah bentrokan mereda, polisi melakukan pengecekan lokasi dan menemukan puing-puing bangunan, kendaraan yang hangus terbakar, serta jejak darah.
AKBP Roby melaporkan, “Di TKP kita menemukan ada puing-puing, puing-puing dari bangunan yang terbakar, juga ada kendaraan yang terbakar, juga jejak darah dan batu yang berlumuran darah.” Hingga kini, polisi belum menemukan senjata tajam di lokasi kejadian.
Kronologi Aksi Geber Motor
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjelaskan, bentrokan bermula ketika dua pengendara motor menggeber knalpotnya di dekat penjual nasi uduk di Jalan Matraman Dalam, yang membuat warga sekitar terusik.
“Bahwasanya ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan-kita tahu bersama yaitu nasi uduk yang gerobaknya terdampak dirusak-itu karena menggeber-geber motornya,” kata Kombes Reynold Hutagalung.
Teguran dari warga tidak diterima oleh kedua pemotor tersebut. Mereka kemudian memanggil teman-temannya, yang berjumlah lima orang, dan kembali ke lokasi untuk membuat keributan serta merusak beberapa UMKM. Seorang warga juga dilaporkan terpukul.
Cekcok yang terjadi di Matraman Dalam kemudian merembet ke Jalan Tambak, yang mengakibatkan pelemparan batu. Akibatnya, dua orang harus dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Salah satu korban, berinisial K (23), dinyatakan meninggal dunia.
Penangkapan Pelaku
Polisi berhasil mengamankan tiga orang pelaku penganiayaan yang terlibat dalam bentrokan maut tersebut. Ketiganya kini diamankan di Mapolsek Menteng.
“Dan kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut, yaitu Saudara S, Saudara T, dan Saudara U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng,” kata Kombes Reynold.
Reynold menambahkan bahwa polisi telah memeriksa sekitar 15 orang terkait kasus ini, beberapa di antaranya berstatus sebagai saksi.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.