— JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak agar upaya pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dilakukan secara maksimal. Ia berharap para jurnalis dan tiga kru kapal yang turut hilang dapat segera ditemukan.

Dave Laksono menekankan pentingnya proses pencarian yang intensif hingga ada perkembangan jelas mengenai keberadaan para korban. Selain itu, ia juga meminta agar keluarga dan rekan-rekan para korban mendapatkan informasi yang berkala dan transparan mengenai perkembangan operasi pencarian.

Menurut Dave, hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal saat bertugas meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau merupakan situasi yang sangat serius dan membutuhkan perhatian penuh. Mengingat pencarian telah memasuki hari keempat, keselamatan para korban dan upaya penemuan harus menjadi prioritas utama.

Dave memahami adanya tantangan dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda, terutama dengan kondisi aktivitas vulkanik dan cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, ia mendukung langkah tim SAR untuk memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak personel serta sumber daya. Hal ini bertujuan agar seluruh kemungkinan lokasi keberadaan para korban dapat ditelusuri secara maksimal.

Setiap informasi mengenai kemungkinan keberadaan para korban, menurut Dave, perlu segera ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Dengan demikian, seluruh sumber daya yang ada dapat diarahkan untuk memperbesar peluang penemuan para jurnalis dan kru kapal tersebut.

Aspek keselamatan para personel yang terlibat dalam pencarian juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. “Kita tentu ingin proses ini dilakukan seoptimal mungkin, tetapi tetap dengan perhitungan risiko yang matang mengingat kondisi di sekitar Gunung Anak Krakatau,” ujar Dave.

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Mereka didampingi oleh tiga kru kapal, yaitu Kapten Kapal Warta (55), ABK Surakman (60), dan pemandu (guide) Heriyanto (49).

Rombongan tersebut berangkat menggunakan kapal cepat (speedboat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir dengan jurnalis di Lampung terjadi pada pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB pada hari yang sama. Sejak saat itu, keberadaan kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum diketahui.