Jurnal Indonesia — JAKARTA, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, telah mengukir 30 tahun perjalanan di industri energi. Keberhasilan operasional perusahaan selama tiga dekade ini sangat bergantung pada komitmen kuat untuk menjadikan keselamatan dan keandalan operasional sebagai prioritas utama.
Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menjelaskan bahwa operational excellence dan Health, Safety, Security and Environment (HSSE) excellence merupakan dua pilar yang tak terpisahkan dalam setiap aktivitas perusahaan. “Kami membangun sistem, proses, dan budaya kerja yang memastikan setiap distribusi energi dapat berjalan secara aman, tepat waktu, dan andal untuk mendukung kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Selama 30 tahun beroperasi, Elnusa Petrofin telah bertransformasi menjadi penyedia solusi logistik energi terintegrasi. Layanan yang diberikan mencakup distribusi BBM, LPG, aviasi, petrokimia, pelumas, pengelolaan terminal energi, hingga layanan chemical logistics.
Saat ini, perusahaan mengelola operasional di lebih dari 98 lokasi di seluruh Indonesia dan mendukung distribusi energi melalui 51 Fuel Terminal Pertamina Patra Niaga. Kompleksitas operasional ini didukung oleh transformasi digital yang terus ditingkatkan, salah satunya melalui implementasi Road Traffic Control (RTC) yang beroperasi 24 jam. RTC berfungsi sebagai pusat pemantauan armada distribusi energi secara real-time.
RTC terintegrasi dengan lebih dari 2.900 perangkat GPS dan 2.200 unit CCTV armada. Hal ini memungkinkan perusahaan memantau pergerakan kendaraan, perilaku berkendara, kondisi perjalanan, hingga performa operasional secara menyeluruh melalui dashboard digital yang dapat diakses secara terpusat.
Memasuki usia 30 tahun dengan tema “Connecting Your Energy“, Elnusa Petrofin berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi digital, meningkatkan kapabilitas operasional, dan mengokohkan budaya HSSE. Tujuannya adalah menghadirkan layanan logistik energi yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan.
Ferdiansyah menambahkan bahwa perjalanan 30 tahun ini menjadi momentum untuk terus bertransformasi. Pihaknya akan terus berinovasi, memperkuat keandalan operasional, serta meningkatkan standar keselamatan. “Hal ini agar Elnusa Petrofin dapat terus menjadi mitra tepercaya dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.
Elnusa Petrofin juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasionalnya melalui program efisiensi energi, pengurangan emisi, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan kontribusi perusahaan dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan dan agenda Net Zero Emissions Indonesia 2060.
Untuk mendukung keamanan distribusi energi, perusahaan menerapkan sistem surveilans pada kegiatan penyaluran di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) strategis, seperti di Jambi, Medan, dan Pontianak. Sistem pengawasan ini memperkuat aspek keamanan dan kontrol operasional, memastikan seluruh aktivitas penyaluran sesuai prosedur dan standar keselamatan.
Dalam pengendalian risiko operasional, Elnusa Petrofin menerapkan Journey Risk Management pada seluruh armada distribusi energi. Sistem ini mengidentifikasi risiko perjalanan sejak perencanaan rute hingga kedatangan kendaraan di tujuan, memungkinkan antisipasi dini terhadap potensi risiko demi menjaga keselamatan pengemudi, kendaraan, dan muatan.
Perusahaan juga menjalankan program Fit to Work untuk memastikan Awak Mobil Tangki (AMT) dalam kondisi siap kerja sebelum mendistribusikan energi. Program ini didukung pemanfaatan teknologi CCTV pada armada dan pusat monitoring untuk mengawasi kondisi pengemudi secara real-time, mencegah risiko kelelahan dan human error.
Komitmen terhadap keselamatan transportasi energi juga diwujudkan melalui penyediaan Rest Area dan Check Point di jalur distribusi strategis. Fasilitas ini menyediakan titik istirahat bagi pengemudi untuk memastikan kecukupan waktu pemulihan selama distribusi jarak jauh, sekaligus mendukung peningkatan kewaspadaan dan keselamatan perjalanan.
Ikuti Jurnal Indonesia
