Jurnal Indonesia — New Jersey – Gelandang Argentina, Enzo Fernandez, akhirnya angkat bicara mengenai kartu merah yang diterimanya dalam laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan bagi timnas Argentina tersebut menyisakan cerita bagi Fernandez.
Melalui unggahan di media sosialnya, Fernandez menyatakan bahwa ia telah memberikan seluruh kemampuannya untuk Argentina. Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendukung yang telah memberikan dukungan luar biasa, bahkan hingga ke Amerika Serikat.
“Seiring berjalannya waktu, kamu menyadari ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil. Selama bertahun-tahun, tim ini telah mewakili negara kita dengan cara terbaik,” tulis Fernandez di akun Instagramnya.
Ia menambahkan, pengalaman bertanding bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang memberikan segalanya demi lambang negara dan tidak pernah menyerah. “Menjadi bagian tim ini, yang selalu berdiri tegak, bertanding hingga akhir, dan mempertahankan warna-warna ini dengan kebanggaan, kerendahan hati, dan komitmen, adalah sesuatu yang akan selalu saya apresiasi,” lanjutnya.
Fernandez juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penggemar Argentina. “Terima kasih karena selalu ada di sana, mendukung kami di setiap pertandingan, atas kasih sayang kalian, atas dukungan tanpa syarat kalian, dan karena membuat kami merasa seperti di rumah sendiri di mana pun kami berada di dunia ini. Mengenakan jersey negara adalah kehormatan terbesar dalam karier saya, dan saya akan terus memberikan segalanya setiap kali dipanggil untuk memperjuangkannya,” tutupnya.
Insiden kartu merah yang diterima Fernandez terjadi pada menit-menit akhir waktu normal. Ia diganjar kartu kuning kedua setelah melakukan tekel keras terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsi. Bermain dengan 10 orang membuat Argentina semakin kesulitan.
Pada akhirnya, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol setelah gol Ferran Torres di menit ke-106 perpanjangan waktu memastikan kemenangan tim Matador di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Kekecewaan atas kekalahan tersebut diperparah dengan sorotan negatif yang diterima Fernandez. Banyak pihak menyayangkan pelanggaran keras yang dilakukannya hingga berujung kartu merah, yang dinilai memperberat perjuangan Argentina di final Piala Dunia 2026.
Ikuti Jurnal Indonesia
