— JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menargetkan peluncuran layanan gadai emas digital melalui aplikasi BYOND by BSI pada tahun ini. Perseroan saat ini tengah menyelesaikan tahapan akhir persiapan produk tersebut.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menjelaskan, pengembangan layanan ini telah memasuki tahap finalisasi. Aspek syariah dan sistem yang diperlukan untuk menjalankan produk gadai emas digital ini telah selesai dikerjakan.

“Gadai dari simpanan emas kami itu sedang kami proses. Alhamdulillah kemarin sudah selesaikan kaitannya dengan urusan syariahnya, termasuk juga dengan urusan terkait dengan sistemnya,” ujar Anton dalam acara Lampung Financial Festival 2026, Minggu (6/9/2026).

Selanjutnya, BSI akan mengajukan peninjauan produk kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anton optimistis proses ini akan rampung dalam beberapa bulan ke depan karena layanan gadai emas ini sudah masuk dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun ini.

“Selepas itu kami akan meminta ke OJK terkait dengan peninjauan produknya. Insya Allah segera kami akan launching, kalau secara target, mesti harus tahun ini karena masuk di RBB tahun ini. Jadi harus selesaikan di tahun ini,” tuturnya.

Anton menambahkan, kendala internal terkait pengembangan produk ini telah teratasi. Kehadiran layanan gadai emas digital di BYOND berpotensi memperluas ekosistem layanan emas BSI di kanal digital. Hal ini sejalan dengan upaya perseroan memperbesar transaksi dan layanan melalui platform BYOND.

Sebelumnya, BSI terus memperkuat akses layanan keuangan syariah melalui digitalisasi dan model keagenan. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan tingkat inklusi keuangan syariah yang dinilai masih tertinggal dibandingkan literasinya.

Dengan pengembangan gadai emas di BYOND, BSI tidak hanya mengandalkan ekspansi jaringan fisik, tetapi juga memanfaatkan kanal digital untuk memperluas akses nasabah terhadap produk berbasis emas.