— Upaya memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus dipercepat. Tim pemadam menambah pengerahan helikopter untuk water bombing pada hari ketujuh kebakaran.

Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi, dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan rencana penambahan dua unit helikopter selain yang sudah beroperasi. Namun saat ini baru satu unit yang dapat reposisi sehingga total helikopter yang bekerja menjadi tiga unit.

Kesiapan OMC Tergantung Awan Hujan

Operasi modifikasi cuaca (OMC) sempat masuk dalam rencana pemadaman. Muhari mengatakan pelaksanaan OMC menunggu pertumbuhan awan hujan yang ideal.

“OMC tergantung pertumbuhan awan hujan. Sampai sekarang kita koordinasi dengan BMKG. Seperti kita lihat saja, langit Jakarta belum ada awannya, masih sangat tipis, belum ideal untuk OMC,”

Menurut Muhari, satu pesawat Cessna Caravan telah disiagakan untuk keperluan OMC. Tindakan itu akan dilakukan “anytime, kapanpun ada pertumbuhan awan hujan yang signifikan,” tambahnya.

Kondisi Hari Ini

Pagi ini sekitar delapan hingga sembilan unit pemadam kebakaran dikerahkan dari Kabupaten Tangerang dengan dukungan Dinas Damkar Kota Tangerang. Selain helikopter, sejumlah alat berat juga diturunkan untuk menangani tumpukan sampah yang membara.

Proses pemadaman masih terhambat oleh bara api yang muncul dari tumpukan sampah. Luas area yang terbakar tercatat sebesar 15 hektar; angin dan banyaknya sampah memperluas jangkauan api.

Memasuki hari ketujuh, petugas gabungan berhasil mengendalikan kebakaran sehingga hanya tersisa sekitar 3,6 persen area yang masih dipadamkan. Kebakaran pertama kali terdeteksi sejak Selasa, 30 Juni, siang.

Asap tebal dari lokasi menyebabkan beberapa warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sejumlah warga sempat diungsikan, meski beberapa di antaranya telah kembali ke rumah.