— JAKARTA – Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat tonggak sejarah baru dengan dimulainya konstruksi proyek kawasan terpadu oleh investor asing asal China, PT Star Bright International Investment. Proyek senilai Rp1,25 triliun ini merupakan realisasi investasi pertama dari perusahaan penanaman modal asing (PMA) di IKN dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Kepala Otoritas IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa kehadiran Star Bright International Investment menandai perkembangan signifikan dalam pembangunan IKN. Perusahaan yang bergerak di bidang investasi, pengembangan properti, dan manajemen proyek ini akan menggarap area seluas 15.501 meter persegi di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Lokasi proyek ini sangat strategis, berada di jantung kawasan pemerintahan. “Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada tahun 2028,” ujar Basuki dalam keterangan rilisnya, Jumat (17/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, Star Bright International Investment berkolaborasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., perusahaan asal Sichuan, China, yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengelolaan proyek konstruksi. “Kehadiran investor yang telah memasuki tahap realisasi investasi ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha internasional terhadap pembangunan IKN,” tambah Basuki.

Kawasan terpadu ini akan mencakup apartemen dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur, restoran, area ritel, dan perkantoran. Fasilitas yang disediakan meliputi kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, dan ruang terbuka hijau. Seluruh rancangan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip IKN.

Direktur Utama Star Bright International Investment, Lu Keming, menyambut optimis masa depan Nusantara. “Saya memiliki pengalaman melihat pembangunan kota dari kondisi awal yang masih kosong. Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal. Tim dari China juga tertarik untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata,” ujar Lu Keming.

Proyek ini juga melibatkan kontraktor lokal dari Kalimantan Timur sebagai komitmen pemberdayaan pelaku usaha daerah. Pada kesempatan yang sama, turut hadir perwakilan PT Dian Jaya Indonesia, perusahaan PMA asal Korea Selatan yang juga akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan yang sama.

Pusat Ekonomi Baru

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai masuknya investor asing dengan nilai investasi Rp1,25 triliun menjadi momentum pembentukan kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah. “Kalau investasi masuk ke IKN saya rasa ini mendorong tumbuhnya kutub-kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah,” ujar Esther.

Ia menjelaskan, investasi di IKN tidak hanya berdampak pada pembangunan kawasan inti, tetapi juga berpotensi mendorong perkembangan ekonomi wilayah sekitar melalui peningkatan infrastruktur dan konektivitas, seperti akses jalan, dan jaringan listrik pintar.

Pengamat infrastruktur perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menambahkan bahwa kehadiran investor China menunjukkan komitmen pemerintah terhadap IKN. “Dengan hadirnya investor tersebut menunjukkan bahwa komitmen pemerintah itu berjalan sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor lain yang ingin berinvestasi di IKN,” ucapnya.

Yayat menekankan pentingnya dukungan semua pihak, terutama pemerintah pusat, mengingat besarnya anggaran negara yang telah digelontorkan. “Ini harus berjalan karena duit APBN sudah sangat besar digelontorkan. Belum lagi investor asing dan investor dalam negeri. Saya kira pemerintah akan mempertimbangkan persoalan ini,” ungkapnya.

Ia menyarankan pembangunan IKN dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat dari Otorita IKN. “Apalagi kita melihat Kepala Otorita IKN ini memiliki network yang kuat pada berbagi stakeholder dalam dan luar negeri. Meski pelan, ini akan menjadi sejarah jika memang mampu diselesaikan dengan komitmen bersama,” pungkasnya.

Pembangunan Tahap II

Otorita IKN terus mempercepat pembangunan fisik Tahap II untuk mewujudkan target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028. Basuki menegaskan, percepatan pembangunan harus mengedepankan keselamatan kerja dan kualitas. “K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Basuki.

Pembangunan IKN didukung tiga skema pembiayaan: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dilaksanakan kementerian, APBN melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta. Pembangunan yang didanai APBN tidak hanya oleh Otorita IKN, tetapi juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. Sembilan paket telah selesai di 2025, 15 paket dalam konstruksi, dan 16 paket dalam persiapan lelang. Proyek yang sedang berjalan meliputi pembangunan gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, hingga jaringan perpipaan air minum.

Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, dengan 78 paket selesai dan 12 paket dalam konstruksi. Proyek strategis yang berjalan termasuk pembangunan Jalan Tol IKN, Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta jalan pendukung lainnya.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan, 11 selesai dan 1 dalam konstruksi, yaitu pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dari skema investasi swasta, 67 pelaku usaha telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Sembilan proyek selesai dibangun, enam proyek dalam tahap konstruksi, termasuk Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

Melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa, terdiri atas tujuh sektor hunian dan enam sektor jalan. Skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.