— Pekanbaru — Polda Riau menerima Pataka “Tuah Sakti Hamba Negeri” dan tanda kehormatan Nugraha Sakanti dengan upacara khusus di Mapolda Riau. Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, mengatakan penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto itu menjadi kado istimewa pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Irjen Herry menyatakan penghormatan tersebut tiba pada momen yang bermakna bagi institusi, mengingat delapan dasawarsa pengabdian Polri kepada bangsa. Menurutnya, anugerah itu sekaligus amanah yang harus dipikul seluruh personel Polda Riau.

“Ini adalah kado yang tidak ternilai harganya, sekaligus amanah yang harus kita pikul dengan penuh kesungguhan, sebab kehormatan besar selalu datang bersama tanggung jawab yang lebih besar pula,” ujar Irjen Herry saat apel penyambutan Pataka dan Nugraha Sakanti di Pekanbaru, Kamis (2/6/2026).

Polda Riau juga menggelar kirab untuk menyambut kembalinya Pataka beserta Nugraha Sakanti. Dalam rangkaian itu, Pataka tidak hanya kembali sebagai simbol institusi, tetapi pula membawa tanda kehormatan Nugraha Sakanti yang diberikan oleh Presiden.

Jenderal lulusan Akpol 1996 tersebut menyampaikan bahwa Pataka selama ini menjadi saksi setiap bentuk pengabdian dan dedikasi personel Polda Riau. Ia menggambarkan rasa haru saat menyaksikan Pataka berdiri tegak di pagi hari apel.

“Ada getar yang sulit saya lukiskan dengan kata-kata ketika menyaksikan Pataka kita berdiri tegak di pagi hari ini. Pataka ini telah lama menjadi saksi sunyi dalam setiap peluh, keringat, doa, pengorbanan dan dedikasi setiap insan Bhayangkara di seluruh penjuru Provinsi Riau,”

Irjen Herry melanjutkan, penghargaan itu merekam banyak kisah pengabdian anggota Bhayangkara yang tercatat dalam sejarah bangsa. Ia menyebutkan bahwa sekecil apa pun pengabdian tidak pernah luput dari perhatian.

Nugraha Sakanti dijelaskan sebagai tanda kehormatan tertinggi yang diberikan kepada satuan Polri yang terbukti berjasa, berdedikasi, dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.

Dengan nada haru, Irjen Herry menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat Riau. Ia menegaskan Nugraha Sakanti bukan milik pribadi, melainkan milik seluruh personel Polda Riau dan warga yang mendukung keamanan di Bumi Lancang Kuning.

“Maka dengan hati yang tulus dan penuh syukur, atas nama seluruh keluarga besar Polda Riau menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya. Kehormatan ini bukan milik saya, bukan pula milik segelintir orang, kehormatan ini milik setiap personel dari anggota Polda, Polres hingga polsek dari pangkat terendah sampai pangkat tertinggi… Ini juga milik seluruh Bhayangkari yang setia mendampingi dari belakang, setia mendampingi tugas-tugas suaminya. Milik warga yang merelakan waktu bersama demi tanah melayu yang terus kita jaga agar terus aman,”

Upacara dan kirab Pataka serta Nugraha Sakanti berlangsung di Pekanbaru, dengan rangkaian yang dicatat pada hari Kamis, disebutkan tanggal 2/7/2026 dalam dokumentasi kegiatan.