Jurnal Indonesia — Kapten Dr Gema Goeyardi, Pendiri, CEO, dan Kepala Instruktur Penerbangan 14DAYPILOT Flight Academy, tampil sebagai pembicara undangan di Asia Pacific Aviation Training Summit (APATS) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 31 Agustus hingga 2 September 2026. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 700 peserta dari berbagai negara, termasuk maskapai penerbangan, organisasi pelatihan, regulator, dan produsen teknologi penerbangan.
Dalam presentasinya pada 1 September di Konferensi Organisasi Pelatihan yang Disetujui (ATO) APATS, Kapten Gema membahas tantangan utama bagi organisasi pelatihan penerbangan yang sedang berkembang. Ia menyoroti pentingnya menjaga keselamatan, kualitas instruksional, dan hasil capaian siswa yang dapat diprediksi seiring dengan peningkatan skala operasional.
Kapten Gema menguraikan empat aspek krusial yang memengaruhi konsistensi dalam pelatihan penerbangan: prosedur, dokumentasi, pembinaan (coaching), dan metode instruksional. Ia menekankan bahwa standardisasi tidak seharusnya membatasi setiap instruktur untuk mengajar dengan cara yang sama persis. Sebaliknya, organisasi pelatihan perlu membedakan antara standar wajib, praktik internal, dan aspek yang memungkinkan perbedaan wajar dalam penilaian profesional atau teknik individu.
“Undangan yang kami terima memiliki makna khusus, karena APATS mempertemukan berbagai profesional yang berperan langsung dalam membentuk pelatihan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik, termasuk kepala pelatihan maskapai, eksekutif ATO, regulator, produsen peralatan asli (OEM), penyedia simulator, pimpinan pusat pelatihan, dan spesialis keselamatan,” ujar Kapten Gema dalam keterangannya.
Partisipasi ini menempatkan 14DAYPILOT dan kepemimpinan pelatihan penerbangan Indonesia dalam diskusi global mengenai pengembangan pilot, instruktur, dan organisasi pelatihan untuk masa depan. Sesi konferensi mencakup berbagai topik seperti Pelatihan Pilot, ATO dan pelatihan ab-initio, Pelatihan Awak Kabin, Pelatihan Teknisi Pemeliharaan, serta aspek regulasi FSTDO.
“Di acara itu kami juga berdiskusi seputar pelatihan berbasis kompetensi, Pelatihan Berbasis Bukti (Evidence-Based Training), standardisasi instruktur, harmonisasi regulasi, kecerdasan buatan, teknologi simulasi, serta kebutuhan pelatihan yang terus berkembang di sektor penerbangan Asia-Pasifik,” ungkap Gema.
Standardisasi instruktur menjadi topik yang terus muncul, menegaskan relevansi kontribusi Kapten Gema dalam menciptakan konsistensi tanpa mengorbankan pertimbangan profesional yang diperlukan dalam lingkungan operasional yang kompleks.
Sebelumnya, pada 31 Agustus, Kapten Gema menghadiri Pertemuan Kepala Pelatihan APATS (APATS Heads of Training Meeting), sebuah forum khusus undangan bagi para pemimpin senior pelatihan penerbangan untuk bertukar pandangan mengenai tantangan industri yang paling krusial. Keikutsertaannya menempatkan Gema di tengah komunitas pemimpin yang bertanggung jawab atas berbagai aspek pelatihan penerbangan.
Presentasi Kapten Gema di APATS melanjutkan diskusi internasional yang ia dorong mengenai standardisasi pelatihan yang dapat ditingkatkan skalanya (scalable). Tahun ini, ia juga diundang sebagai pembicara di Konferensi Tahunan ke-17 Flight School Association of North America (FSANA) di Amerika Serikat dengan topik serupa, yaitu bagaimana organisasi pelatihan dapat menjaga kualitas instruksional dan keselamatan sambil memperluas operasi.
Perjalanan diskusi dari AS ke APATS di Asia mencerminkan tantangan bersama komunitas pelatihan global: pertumbuhan tidak boleh mengorbankan konsistensi. Prinsip ini menjadi relevan bagi 14DAYPILOT seiring pengembangannya dalam ekosistem pelatihan pilot internasional.
Kapten Gema Goeyardi, yang memiliki dua predikat instruksional bergengsi FAA Gold Seal Flight Instructor dan NAFI Master Certified Flight Instructor (MCFI), diakui oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pilot Indonesia pertama yang memegang kombinasi kredensial tersebut pada April 2026.
Sebagai Pendiri, CEO, dan Kepala Instruktur Penerbangan di 14DAYPILOT Flight Academy, Kapten Gema tidak hanya melatih pilot secara individu, tetapi juga mengembangkan sistem, standar instruktur, dan filosofi pelatihan yang diperlukan untuk menghasilkan capaian yang konsisten di organisasi pelatihan yang terus berkembang.
Undangan bagi Kapten Gema ke APATS memiliki makna besar bagi 14DAYPILOT, sebuah organisasi pelatihan penerbangan yang didirikan oleh profesional asal Indonesia. Ajang ini menjadi kesempatan untuk menyumbangkan pengalaman dan filosofi pelatihan dalam forum diskusi arah masa depan pelatihan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik yang memiliki pertumbuhan tercepat di dunia. Melalui partisipasinya dalam pertemuan Heads of Training dan panggung konferensi APATS, Kapten Gema mewakili 14DAYPILOT dalam upaya mewujudkan pelatihan pilot yang lebih aman, konsisten, dan dapat ditingkatkan skalanya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.