— Kebakaran hebat melanda kapal kargo berbendera Liberia, Ocean Melody, yang sedang berlabuh di Pelabuhan Qingdao, Provinsi Shandong, China, pada Kamis (10/9/2026). Insiden tragis ini merenggut sedikitnya 25 nyawa setelah lima korban yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia.

Menurut laporan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, kapal jenis bulk carrier dengan panjang 190 meter itu mengangkut 42 orang saat api mulai berkobar sekitar pukul 11.15 waktu setempat. Kebakaran terjadi ketika kapal sedang menjalani perawatan rutin di area galangan Qingdao Beihai Shipbuilding.

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 17 orang dari lokasi kejadian. Lima di antaranya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, upaya pencarian korban hilang berakhir duka setelah seluruh korban ditemukan tanpa tanda-tanda kehidupan pada Kamis malam. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

Seorang saksi mata yang tinggal di pemukiman sekitar pelabuhan mengaku melihat asap hitam tebal membubung dari kapal. Saksi tersebut tidak mendengar suara ledakan maupun mencium bau menyengat.

Rekaman video yang dirilis kantor berita Xinhua memperlihatkan puluhan petugas pemadam kebakaran dan ambulans disiagakan di dermaga saat tim SAR menyisir dek kapal. Situasi di lokasi kejadian menunjukkan skala besar dari upaya penanganan darurat.

Menanggapi insiden mematikan ini, Presiden China Xi Jinping menginstruksikan pihak berwenang untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab. Xi menegaskan agar seluruh wilayah dan instansi terkait mengambil pelajaran berharga dan segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap potensi bahaya kebakaran.

Kecelakaan kerja dan kebakaran industri di China masih menjadi sorotan serius akibat lemahnya penerapan standar keselamatan di sejumlah fasilitas operasional. Insiden pada kapal Ocean Melody ini menambah panjang daftar kecelakaan industri maut yang terjadi di negara tersebut sepanjang tahun terakhir.

Sebelum peristiwa ini, rentetan kecelakaan fatal dilaporkan terjadi di berbagai wilayah. Kebakaran pabrik sepatu di Fujian menewaskan 28 orang pada Juli 2026, ledakan pabrik kembang api di China tengah menewaskan 37 orang pada Mei 2026, dan ledakan di galangan kapal Fujian pada Agustus 2026 juga merenggut korban jiwa.

Lemahnya pengawasan aspek ketaatan prosedur keselamatan (safety compliance) di area kerja berisiko tinggi terus memicu desakan reformasi regulasi keselamatan kerja secara menyeluruh di China. Peristiwa ini kembali menyoroti urgensi perbaikan standar keselamatan industri.