— Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dilanda kebakaran yang memaksa ratusan warga mengungsi. Hingga Minggu (5/7/2026), tercatat 232 jiwa meninggalkan rumah untuk menghindari paparan asap pekat.

“232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Abdul menyebutkan kebakaran melanda area seluas 15 hektare, dan sekitar 40% dari luas itu telah padam. Namun upaya pemadaman masih berlanjut untuk 60% area yang tersisa.

“Upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih dilakukan untuk 60% daerah terbakar yang masih belum padam meski sudah bisa dikendalikan,” ujar Abdul.

Rincian Pengungsi

  • Anak-anak: 60
  • Balita: 26
  • Dewasa: 137
  • Lansia: 7
  • Ibu hamil: 1
  • Difabel: 1

Pemantauan Kualitas Udara dan Dampak Kesehatan

Kementerian Lingkungan Hidup terus memantau pencemaran udara akibat kebakaran. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengimbau warga menjauhi radius 1,7 kilometer dari titik pusat kebakaran.

“Dari analisa data pantau (hingga 3 Juli malam) dan elaborasi data BMKG maka dengan simulasi pemodelan teknis parameter kunci PM2.5 yang berbahaya bagi pernafasan langsung/potensi penyebab ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), maka diperkirakan batas aman warga untuk berada di luar jarak (radius) 1,7 km dari titik pusat TPA Jatiwaringin,” kata Jumhur.

Jumhur mengatakan pemerintah telah mengevakuasi warga ke lokasi lebih aman, menerjunkan tim medis, dan membagikan masker. Ia melaporkan hingga saat itu tercatat 139 kasus ISPA.

“Sampai saat, sudah ada 139 kasus ISPA dan 50 warga diungsikan ke kantor Desa setempat yang lokasinya cukup aman dari dampak asap,” ujar Jumhur. Seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan Pemkab telah menetapkan status darurat bencana.

Upaya Pemadaman

Pemadaman dilakukan baik lewat jalur darat maupun udara. BNPB menyebut dua helikopter water bombing telah dikerahkan dan akan ditambah menjadi empat unit.

“BNPB akan menambah 2 unit heli water bombing, sehingga total menjadi 4 unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman,” kata Abdul Muhari.

Terkait operasi modifikasi cuaca (OMC), Abdul menyatakan langkah itu belum bisa dilakukan dalam sepekan ke depan karena ketiadaan awan hujan yang memadai. Meski demikian, satu pesawat OMC tetap disiagakan untuk segera beroperasi jika kondisi memungkinkan.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin dilaporkan mulai terbakar sejak Selasa (30/6). Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat akibat meluasnya titik api dan dampak asap terhadap pemukiman sekitar.