— Makassar – Syamsuddin Dg Ngawing, ayah dari Kapten Kapal MT Honour 25, Ashari Samadikun (33), mengungkapkan kekhawatiran mendalam karena sudah hampir satu bulan tidak menerima kabar dari anaknya. Ashari dan 24 awak kapal lainnya telah disandera oleh perompak Somalia selama tiga bulan.

“Belakangan ini sudah hampir satu bulan kami benar-benar tidak menerima kabar apa pun, sehingga kami tidak mengetahui bagaimana kondisi mereka maupun sejauh mana perkembangan penanganan kasus ini,” ujar Syamsuddin. Ia menambahkan, informasi yang ia terima menyebutkan para korban tidak lagi berada di atas kapal. Syamsuddin sangat berharap pemerintah dapat memberikan informasi yang pasti mengenai nasib anaknya dan seluruh awak kapal.

“Sebagai orang tua, tentu saya sangat khawatir dan gelisah dengan keadaan ini. Karena itu, saya memohon bantuan Bapak agar kiranya dapat membantu memantau dan memberikan informasi yang pasti mengenai keberadaan serta kondisi anak saya dan seluruh awak kapal,” tuturnya penuh harap. Ia menegaskan, keluarga hanya menginginkan kepastian agar tidak terus menerus hidup dalam kecemasan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan pembebasan terhadap WNI yang berada di Kapal MT Honour 25 yang dibajak di Somalia. Ia juga mengonfirmasi adanya komunikasi langsung yang telah terjalin dengan pihak pembajak.

“Jadi kita juga sudah melakukan komunikasi, termasuk dengan pembajak itu sendiri,” kata Sugiono di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (20/5). Ia menjelaskan, Kementerian Luar Negeri juga secara intensif berkoordinasi dengan kedutaan negara-negara terdekat dari Somalia. Langkah ini diambil untuk membantu memastikan keselamatan seluruh WNI yang disandera.

“Ini proses-proses penyelamatannya itu dilakukan, kita berkoordinasi juga dengan kedutaan. Jadi ada beberapa kedutaan kita yang terlibat, kedutaan kita di Nairobi (ibu kota Kenya),” jelasnya.