— Kabupaten Bandung kini tengah menghadapi krisis air bersih akibat dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung merespons cepat dengan mengintensifkan pendistribusian bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.

Salah satu daerah yang dilaporkan mengalami kekurangan pasokan air adalah Desa Wargaluyu di Kecamatan Arjasari. Di wilayah ini, tercatat belasan RW membutuhkan pasokan air. BPBD telah mendistribusikan 15 ribu liter air bersih yang menjangkau 666 keluarga atau 2.134 jiwa di tiga RW Desa Wargaluyu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus menyuplai bantuan bagi warga yang membutuhkan. “Iya alhamdulillah kami telah mendistribusikan 15 ribu liter air bersih. Sebanyak 666 keluarga, terdiri atas 2.134 jiwa pada tiga RW di Wargaluyu mendapatkan bantuan pasokan air bersih,” ujar Diki.

Dalam upaya penyaluran bantuan, BPBD Kabupaten Bandung berkoordinasi erat dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung untuk memastikan bantuan menjangkau seluruh pemukiman warga yang terdampak. Pendistribusian air bersih dilakukan menggunakan mobil tangki.

Menurut catatan BPBD, tidak hanya Desa Wargaluyu, beberapa kecamatan lain juga dilaporkan mengalami kekeringan. Di antaranya adalah Kecamatan Rancaekek, Cimaung, Cileunyi, Katapang, Pasirjambu, dan Margaasih. “Area lain yang terdampak kekeringan pun kita turut pasok air bersih,” jelas Diki.

Untuk meminimalisir dampak kekeringan yang lebih luas, BPBD Kabupaten Bandung terus menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain pengiriman bantuan air melalui mobil tangki, BPBD juga tengah menggarap upaya jangka panjang melalui optimalisasi jaringan perpipaan untuk mengatasi masalah pasokan air di masa mendatang.