Jurnal Indonesia — TABANAN – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Baturiti, Tabanan, Bali, menggelar rapat koordinasi membahas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh perbekel atau kepala desa se-Kecamatan Baturiti.
Salah satu agenda utama rapat adalah membahas insiden pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang pencuri ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya. Dalam pertemuan tersebut, Perbekel Desa Batunya, I Made Riasa, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait peristiwa berdarah yang terjadi di wilayahnya.
I Made Riasa menyatakan rencananya untuk melakukan mediasi langsung dengan tokoh masyarakat dan warga Desa Sidatapa, Buleleng, yang merupakan kampung halaman dari pelaku pencurian berinisial KD. “Saya selaku Perbekel yang terdampak memohon maaf sebesar-besarnya kepada saudara saya yang di utara (Desa Sidatapa) atas kejadian ini. Kami dari teman-teman perbekel berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai. Namun, kami menegaskan akan tetap mengikuti dan menghormati prosedur hukum yang berlaku,” kata Riasa.
Lebih lanjut, Riasa menuturkan bahwa jajaran Forkopimcam dan seluruh perbekel di Baturiti telah sepakat untuk meningkatkan upaya penjagaan Kamtibmas di wilayah masing-masing. Para perbekel berkomitmen untuk mengaktifkan kembali kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di desa mereka.
“Kami semua sepakat untuk masing-masing desa atau banjar memberikan edukasi dan penjelasan kepada warga agar senantiasa berjaga demi kenyamanan bersama. Kami juga mendorong pengaktifan kembali Siskamling untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan,” ujar Riasa.
Kapolsek Baturiti, Kompol I Nyoman Darsana, menambahkan bahwa jajaran kepolisian akan terus mengawal situasi keamanan di lapangan. Polsek Baturiti akan menggandeng personel TNI dari Koramil Baturiti serta aparat keamanan desa setempat untuk meningkatkan intensitas patroli rutin.
“Sebelum maupun sesudah kejadian, kegiatan patroli terus kami laksanakan. Namun pasca-kejadian ini, intensitas patroli kita tingkatkan. Terutama patroli gabungan dengan TNI dan keamanan setempat hingga larut malam untuk memastikan wilayah Baturiti tetap kondusif,” tegas Darsana.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.