— Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan penerapan registrasi kartu SIM prabayar menggunakan verifikasi biometrik wajah mulai menekan praktik penyalahgunaan identitas saat registrasi nomor seluler.

Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Komdigi, Dany Suwardany, menyebut tren penurunan itu terlihat sejak aturan biometrik mulai masa transisi pada Januari 2026 dan diberlakukan penuh 1 Juli 2026.

Penurunan Permintaan Verifikasi

Dany menjelaskan sebelum kebijakan biometrik diterapkan, rata-rata permintaan pencocokan data registrasi nomor baru ke Dukcapil mencapai sekitar satu juta kali per hari untuk tiga operator seluler besar.

“Kalau kita lihat perbandingannya, pada April 2025 hit registrasi nomor baru ke Dukcapil masih berada di posisi rata-rata satu juta untuk ketiga operator,” kata Dany di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurut data Komdigi, penurunan mulai terjadi pada Februari 2026 ketika rata-rata permintaan verifikasi ke Direktorat Jenderal Pendudukan dan Pencatatan Sipil turun menjadi sekitar 700 ribu per hari. Menjelang akhir masa transisi pada Juni 2026, angka itu turun lagi menjadi sekitar 300 ribu per hari.

“Menjelang implementasi penuh biometrik pada 1 Juli, di bulan Juni angkanya sudah sekitar 300 ribu,” ujar Dany.

Setelah implementasi penuh pada 1 Juli 2026, penurunan semakin tajam. Berdasarkan data hingga 5 Juli 2026, rata-rata permintaan registrasi nomor baru ke Dukcapil tinggal sekitar 6.000 per hari.

“Kalau kita ambil data sampai 5 Juli, rata-ratanya tinggal sekitar 6 ribu. Memang mungkin masih ada yang lolos, tetapi angkanya sudah jauh sekali dibanding sebelumnya. Seharusnya nanti bisa mendekati nol karena seluruh celah sudah ditutup sejak 1 Juli,” kata Dany.

Lonjakan Registrasi Biometrik

Komdigi juga mencatat jumlah masyarakat yang melakukan registrasi menggunakan biometrik terus meningkat. Hingga 5 Juli 2026, rata-rata registrasi biometrik harian di tiga operator seluler mencapai 201.421 pengguna.

Secara kumulatif sejak Januari sampai 5 Juli 2026, tercatat sekitar 4,9 juta pelanggan telah melakukan registrasi SIM prabayar dengan verifikasi biometrik wajah.

Menurut Dany, tren ini menjadi indikator awal bahwa verifikasi biometrik wajah meningkatkan akurasi validasi identitas pelanggan sekaligus mempersempit ruang penyalahgunaan data kependudukan untuk registrasi SIM prabayar.