Jurnal Indonesia — Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri telah menggelar Sidang Rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Kuota yang ditetapkan untuk taruna dan taruni Akpol tahun ini adalah sebanyak 350 orang.
Sidang yang berlangsung di Auditorium Cendikia Akpol, Semarang, Jawa Tengah, dihadiri oleh perwakilan Ombudsman serta organisasi masyarakat sipil. Di antaranya adalah Ketua Dewan Nasional Setara Institute Hendardi, Ketua Centra Initiative Al Araf, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, dan perwakilan Komisi Percepatan Reformasi Polri Ahmad Dofiri.
Dari total 404 calon taruna dan taruni yang mengikuti seleksi, 54 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sementara itu, 350 peserta yang berhasil lolos terdiri dari 320 calon taruna dan 30 calon taruni.
Asisten Kapolri bidang SDM (As SDM Polri) Irjen Anwar menyatakan bahwa penerimaan taruna dan taruni Akpol tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas peserta. Ia menjelaskan bahwa soal tes akademik telah disesuaikan dengan standar olimpiade.
Tahun ini, empat peserta berhasil meraih nilai tes potensi akademik tertinggi dengan skor 80, sementara empat peserta lainnya memperoleh nilai tertinggi dalam tes Bahasa Inggris, yaitu 82.
Pembobotan nilai dalam seleksi taruna Akpol tahun ini meliputi nilai tes potensi akademik sebesar 30 persen, tes Bahasa Inggris 30 persen, nilai uji kesehatan jasmani 30 persen, dan nilai pemeriksaan penampilan 10 persen.
Seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menghadirkan kebaruan dari tahun sebelumnya, yaitu penerapan tes komputer dan penggunaan soal-soal ujian yang mengacu pada standarisasi olimpiade.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.