Jurnal Indonesia — Rekaman video yang beredar menunjukkan kepanikan di restoran Mie Gacoan, Matraman, Jakarta Pusat, pada dini hari. Kepanikan ini diduga dipicu oleh konflik warga di Jalan Tambak yang meluas hingga melibatkan kelompok berparang yang mendatangi restoran tersebut.
Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat sejumlah pengunjung berteriak histeris dan berlarian untuk menyelamatkan diri. Dinarasikan bahwa restoran Mie Gacoan di Matraman sempat didatangi oleh kelompok berparang, namun para pengunjung berhasil menahan pintu masuk.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa sekelompok orang tersebut mendatangi Mie Gacoan bukan untuk menyerang, melainkan untuk duduk-duduk setelah lahan kosong yang mereka tempati sebelumnya diserang oleh warga.
“Yang di Gacoan itu bukan diserang, tapi diduduki mereka,” ujar Reynold saat dikonfirmasi pada Senin (27/7/2026). Ia menambahkan bahwa kelompok tersebut awalnya berada di lahan kosong yang mereka duduki. Namun, karena lahan kosong itu diserang warga, mereka kemudian berlari ke Mie Gacoan yang lokasinya bersebelahan.
“Karena sebelahan sama lahan kosong yang mereka duduki itu. Di Mie Gacoan itulah mereka sambil duduk-duduk,” imbuhnya. Setelah dari restoran tersebut, kelompok itu kemudian bergeser ke arah Pegangsaan.
“Di Pegangsaan ada kita, kemudian kami imbau agar bubar,” ungkapnya. Reynold memastikan bahwa pihaknya telah melakukan imbauan pembubaran.
Peristiwa ini merupakan rangkaian dari keributan yang bermula di Jalan Tambak. Keributan di Jalan Tambak sendiri dilaporkan dipicu oleh perselisihan akibat pengendara motor yang menggeber-geber knalpot kendaraannya. Percekcokan tersebut kemudian meningkat menjadi pertikaian yang berujung aksi kekerasan, mengakibatkan satu orang tewas dan satu orang lainnya kritis.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.