— Tim SAR gabungan telah mengidentifikasi life jacket yang ditemukan di perairan Selat Sunda saat operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, life jacket tersebut dipastikan bukan berasal dari kapal yang ditumpangi rombongan jurnalis.

Kapolda Banten, Irjen Hengky, menyatakan bahwa pemilik kapal, Sandi, yang mengoperasikan dua kapal, Aru Padatu 1 dan Aru Padatu II, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan. “Jadi bukan merupakan milik kapal Aru Padatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan,” ujar Hengky di Carita Pandeglang, Jumat (11/9/2026).

Hengky menambahkan, kepastian ini diperoleh setelah menganalisa video yang ada. Ditemukan bahwa life jacket berwarna oranye dan satu buah pelampung berwarna putih yang ditemukan tidak memiliki kaitan dengan jurnalis yang masih hilang. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan rekaman video, life jacket yang digunakan oleh rombongan jurnalis memiliki warna yang berbeda.

“Yang kedua dari video artinya temuan tersebut tidak sama dengan yang digunakan oleh kapal Aru Padatu 1 maupun Aru Padatu II, nggak sama karena ada videonya dengan hasil temuan yang ada, baik satu life jacket maupun pelampung,” imbuhnya.

Saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang. Proses pencarian telah memasuki hari keempat.

“Saya sampaikan juga, bahwa sampai dengan hari ini, hari keempat masih dilakukan searching maupun pemantauan langsung di sekitar TKP, dengan pembagian beberapa sektor yang sudah ditentukan oleh Basarnas Provinsi dan sekarang masih berjalan,” kata Hengky.

Sebelumnya, sebuah jaket pelampung ditemukan oleh tim KAL Anyer saat melakukan pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pelampung tersebut ditemukan sekitar 7,05 mil laut di sisi barat Anyer. Selain pelampung, tim juga menemukan sebuah botol tabung berwarna putih.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menyatakan bahwa kejelasan mengenai temuan tersebut masih memerlukan waktu. “Kejelasannya, mohon dari rekan-rekan menunggu mengingat posisinya penemuan tersebut cukup jauh dari lokasi kejadian,” tuturnya.

“Di lokasi yang ditemukan itu baru satu buah life jacket tanpa identitas dan satu buah botol tabung putih yang sepertinya hal itu masih umum digunakan oleh nelayan jadi kita tidak bisa langsung men-declare bahwa itu barang barang yang berkaitan dengan korban,” lanjutnya.