— MacKenzie Scott, mantan istri pendiri Amazon Jeff Bezos, telah resmi menjadi salah satu donor individu terbesar di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menyalurkan kekayaan dalam jumlah fantastis melalui organisasi filantropinya, Yield Giving.

Scott tercatat telah menyalurkan total US$ 26,4 miliar atau sekitar Rp 458,4 triliun dalam kurun waktu kurang dari tujuh tahun. Laporan majalah Forbes pada Selasa (8/9/2026) mencatat bahwa sekitar US$ 7,2 miliar dari total donasi tersebut disalurkan sepanjang 2025 saja. Komitmen kedermawanan yang konsisten ini mengantarkan Scott masuk ke dalam daftar Forbes Iconoclast 50.

Meskipun telah membagikan puluhan miliar dolar AS, wanita berusia 56 tahun ini tetap bertahan dalam jajaran wanita terkaya di dunia. Hingga saat ini, dana hibah Scott telah menjangkau lebih dari 2.500 kelompok dan organisasi nirlaba secara global. Penyaluran masif ini menempatkan Scott sebagai salah satu donor individu paling produktif dalam sejarah, sejajar dengan nama-nama seperti Warren Buffett, Bill Gates, dan Melinda French Gates.

Bantuan dari Yield Giving disalurkan ke berbagai sektor krusial. Sektor-sektor tersebut meliputi pendidikan, penyediaan perumahan terjangkau, layanan kesehatan, mobilitas ekonomi, penanggulangan bencana, hingga inisiatif perubahan iklim.

Di bidang pendidikan tinggi, Scott memberikan hibah besar kepada Howard University sebesar US$ 80 juta, Spelman College sebesar US$ 38 juta, serta Xavier University dan Morehouse College yang masing-masing menerima US$ 20 juta. Pada awal tahun ini, ia juga mendonasikan US$ 70 juta untuk organisasi kemanusiaan Meals on Wheels America.

Kepemilikan aset MacKenzie Scott bersumber dari 4% saham Amazon yang ia terima usai resmi bercerai dari Jeff Bezos pada 2019 setelah 25 tahun menikah. Tak lama setelah perceraian tersebut rampung, Scott menandatangani Giving Pledge, yaitu ikrar publik para miliarder dunia untuk menyumbangkan setidaknya separuh dari kekayaan mereka selama hidup atau melalui wasiat.

Pendekatan filantropi Scott dikenal unik karena kerap memberikan hibah tanpa syarat (unrestricted funding), memberikan fleksibilitas penuh bagi organisasi penerima untuk mengelola dana sesuai kebutuhan paling mendesak.