— JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, didampingi Wakil Menteri PDT Ahmad Riza Patria, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI). Acara ini diselenggarakan di Gedung Pustakaloka Nusantara IV, kawasan Parlemen Senayan, pada Rabu (9/9).

Dalam kesempatan tersebut, Yandri mengajak seluruh anggota AKSI untuk berperan aktif dalam menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto. Asta Cita tersebut berfokus pada pembangunan desa dan pemberdayaan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

“Baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo, Desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan dan dimasukkan dalam Asta Cita. Oleh karena itu, mari kita sukseskan Asta Cita ini,” ujar Yandri dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menerjemahkan Asta Cita tersebut ke dalam 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Program prioritas yang dimuat antara lain BUM Desa, Desa Tematik, Desa Wisata, Desa Ekspor, dan Desa Berketahanan Iklim.

Saat ini, banyak program prioritas pemerintah yang telah dilaksanakan di tingkat desa, salah satunya adalah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga desa, karena aset seperti gudang, gerai, hingga alat transportasi akan menjadi milik desa.

Selain itu, 20 persen dari keuntungan KDMP akan disisihkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), dengan prioritas utama adalah warga sekitar untuk dipekerjakan di Kopdes Merah Putih.

Yandri juga mendorong seluruh anggota AKSI untuk menyukseskan pembangunan desa di tengah berbagai tantangan yang ada, sembari meyakini bahwa peluang untuk berkembang juga cukup melimpah.

“Kami memiliki program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (Sehati) yang akan memberikan bantuan sebesar Rp2,5 miliar per desa untuk total 10.000 desa,” ungkap mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia. Program ini akan mengirimkan satu pemuda per desa ke Jepang untuk belajar dan mendapatkan beasiswa senilai Rp300 juta, serta kesempatan bekerja dengan gaji puluhan juta rupiah.

“Kita juga sudah meluncurkan Duta Desa Gen Z dengan hadiah yang sangat menarik,” tambah mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Kemendes PDT menyatakan kesiapannya untuk menerima rekomendasi dari Rakernas AKSI dan berkolaborasi dalam upaya pembangunan desa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) 2026. Acara ini dihadiri oleh para kepala desa dari 28 provinsi dan 160 kabupaten/kota.

Pembukaan rakernas tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPR lainnya, Saan Mustopa dan Sari Yuliati.

“Setelah rakernas, mereka akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah melalui Menteri Desa tentunya,” ujar Dasco usai acara pembukaan.

Turut mendampingi Yandri dan Ahmad Riza Patria dalam acara tersebut adalah Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Dirjen PEID Tabrani, dan Staf Khusus M Khoirul Huda.