Jurnal Indonesia — MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf setelah terjadi penghentian mendadak pada perjalanan kereta di ruas Stasiun Senayan Mastercard dan Stasiun ASEAN Headquarters. Insiden ini memicu keluhan dari pelanggan yang disampaikan melalui contact center dan media sosial.
Pernyataan resmi disampaikan Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, pada Kamis (2/7/2026). Pihaknya mengatakan sedang melakukan pemeriksaan dan pemantauan menyeluruh untuk memastikan sistem persinyalan kembali berfungsi secara optimal.
“Menanggapi masukan dan informasi dari pelanggan terkait perjalanan MRT Jakarta di ruas Stasiun Senayan Mastercard-Stasiun ASEAN Headquarters, baik yang disampaikan melalui contact center maupun media sosial, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” ujar Rendy.
Rendy menjelaskan bahwa sistem persinyalan MRT Jakarta dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan yang dirancang untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung aman. Bersamaan dengan itu, pihaknya terus melakukan optimalisasi sistem guna meningkatkan keandalan layanan dan kenyamanan pelanggan.
Rendy belum memerinci penyebab konkret berhentinya kereta. Ia menyatakan penanganan masih terus dilakukan dan pihak MRT berupaya menyelesaikan kendala secepat mungkin.
“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan pelanggan. Oleh karena itu, MRT Jakarta terus berupaya menyelesaikan penanganan secepat mungkin dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut melalui kanal komunikasi resmi apabila terdapat informasi terbaru,” kata Rendy.
Ikuti Jurnal Indonesia
