— Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan asesmen terhadap keluarga KD, seorang pria di Tabanan, Bali, yang meninggal dunia setelah dikeroyok massa karena diduga mencuri ayam. Mensos menawarkan agar kedua anak almarhum KD dapat bersekolah di Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menjelaskan bahwa keluarga KD masuk dalam kategori keluarga kurang mampu, sehingga istri dan anak-anaknya berhak menerima bantuan. “Tentu kita lakukan asesmen, kemarin atau hari ini sudah ada tim Kemensos yang ke sana, tentu dengan mempertimbangkan suasana masih berduka. Tetapi ada anaknya ini SD sama SMA yang Insyaallah kita akan coba kalau berkenan ya kita akan tawarkan sekolah di Sekolah Rakyat. Karena kriterianya memenuhi setelah dilihat kondisi keluarganya,” ujar Gus Ipul saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).

Selain bantuan pendidikan, Kemensos juga akan memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak KD. Tim Kemensos dan psikolog telah mendatangi kediaman KD untuk memberikan dukungan, terutama kepada anak yang menangis histeris saat melihat jenazah ayahnya dibawa. “Tentu kita akan membantu memberikan dukungan psikososial. Jadi ada tim yang dikirim, psikolog juga kita udah dikirim ke sana, terus udah mulai dialog sama ibunya, sama anaknya tapi tentu belum bisa bicara banyak ya karena masih keadaan berduka jadi belum bisa bicara panjang. Tapi sudah ada tim Kemensos ke sana sudah ketemu,” tuturnya.

Berdasarkan data sementara, keluarga KD masuk dalam kategori desil 2, yang menunjukkan status kemiskinan. Gus Ipul menambahkan bahwa Kemensos akan melakukan pemutakhiran data bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan status kemiskinan keluarga tersebut. “Ketiga, tentu kita akan tindaklanjuti dengan bantuan-bantuan yang ada, bansos apakah pemberdayaan untuk orang tuanya. Secara data dia di desil 2 baru hasil mutakhir, ini mau kita cek lagi, baru selesai laporannya belum kita terima resmi. Dari hasil asesmen yang dilakukan hari ini, dia berada di desil 2. Untuk itu kita lagi melakukan pemutakhiran dulu dengan BPS apakah mereka sebenarnya di desil 2 atau 1 kita mutakhirkan sekaligus kita cek ulang,” ujarnya.

Data Kemensos menunjukkan bahwa keluarga KD telah menerima bantuan sosial (bansos) sembako sejak Januari 2024 dan terdata sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PB-JKN) sejak Maret 2025.

Lima Tersangka Pengeroyokan Ditetapkan

Pihak kepolisian telah menetapkan lima warga berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan KD. Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan dan interogasi intensif di Polsek Baturiti. “Setelah diinterogasi, kami menetapkan lima tersangka pelaku pengeroyokan yang semuanya adalah laki-laki,” ujar Bayu Pati saat konferensi pers di Mapolres Tabanan.

Selain kelima tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk pakaian para tersangka, sebatang besi, dan sebatang bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban hingga meninggal dunia.