— PASURUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan kembali menggelar program pasar murah yang berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026. Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Grati, kegiatan ini dirancang untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, secara resmi membuka pasar murah tersebut pada Senin (7/9). Ia menekankan bahwa penyelenggaraan pasar murah ini merupakan salah satu langkah strategis Pemkab Pasuruan untuk meringankan beban ekonomi warga.

“Pasar murah ini bukan hanya sekadar ajang pertemuan antara penjual dan pembeli. Ini adalah wujud nyata pemerintah dalam membantu masyarakat agar lebih ringan dalam menjangkau harga kebutuhan pokok. Intinya, kami ingin membantu daya beli masyarakat,” ujar Yudha dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2026).

Berbagai macam komoditas pangan ditawarkan dengan harga yang signifikan di bawah harga pasar. Pengunjung dapat membeli beras SPHP seharga Rp 54.000 untuk kemasan 5 kg, beras premium Rp 70.000 per 5 kg, gula pasir Rp 14.000 per kg, dan Minyakita dijual Rp 13.000 per liter.

Selain itu, tersedia pula aneka kebutuhan pangan lain seperti minyak premium Sovia seharga Rp 17.000 per liter, telur Rp 20.000 per boks, serta tepung dan kecap. Kebutuhan bumbu dapur esensial seperti bawang merah dan bawang putih juga dijual dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per 250 gram.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, menyatakan bahwa kesuksesan acara ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Perum Bulog dan sejumlah perusahaan swasta terkemuka turut berperan dalam penyediaan komoditas.

“Selain dari dinas terkait, kami juga melibatkan banyak mitra lain agar bersama-sama membantu masyarakat dalam memperoleh sembako dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Ghony.

Lebih lanjut, panitia tidak hanya menggandeng perusahaan besar, tetapi juga memberikan fasilitas stan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Usaha Kecil Menengah (IKM) lokal. Pemberian stan ini bertujuan agar mereka dapat mempromosikan produk daerah sekaligus memperkenalkan potensi desa masing-masing kepada masyarakat luas.

“Kami juga menyediakan stan bagi UMKM/IKM lokal agar mereka dapat memperkenalkan produknya secara cepat dan dikenal oleh pembeli selama pasar murah berlangsung,” imbuh Ghony.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pasuruan. Yudha menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak dan mitra usaha yang telah berkontribusi langsung dalam menyukseskan gelaran ekonomi ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan seluruh jajaran di bawah kepemimpinan Bupati Rusdi Sutejo, kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan pasar murah ini sejak hari pertama hingga penutupan,” tutup Yudha.