— Seorang terduga pencuri ayam berinisial KD dilaporkan tewas setelah dikeroyok massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Kejadian ini terjadi setelah KD kepergok saat mencoba mencuri ayam di wilayah tersebut. KD, yang merupakan warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, sempat menghilang dari rumahnya selama tiga hari sebelum insiden maut tersebut.

Menurut penuturan sepupunya, Made Partha, KD sehari-hari bekerja serabutan. Pekerjaannya bervariasi tergantung musim, mulai dari buruh petik cengkih saat musim panen, hingga buruh cangkul di luar musim panen untuk menafkahi istri dan dua anaknya.

Partha mengaku tidak mengetahui secara pasti motif KD nekat diduga mencuri ayam aduan di Tabanan. Ia mengungkapkan bahwa sebelum menghilang, KD sempat menyerahkan uang sebesar Rp 2.713.000 kepada istrinya. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar uang gedung sekolah anak mereka yang bersekolah di sebuah SMA swasta.

“Nah, itu saya kurang tahu (kenapa dia diduga mencuri ayam). Soalnya waktu uang Rp 2.713.000 itu sudah ter-cover,” ujar Partha.

Tak lama setelah KD menghilang, Partha mendapat kabar adanya penemuan mayat di kawasan Baturiti. Awalnya, keluarga mengira KD meninggal secara wajar dan Partha bahkan sempat menandatangani surat perdamaian di Polsek Baturiti. Namun, setelah melihat video yang beredar di media sosial dan kondisi jenazah KD, keluarga menyadari bahwa ia diduga menjadi korban pengeroyokan massa.

“Saya kira meninggal biasa. Setelah pulang baru lihat video di media sosial, saya kaget. Istri almarhum juga tidak terima setelah melihat kondisi jenazahnya,” ungkapnya, menunjukkan kekecewaan dan ketidakpercayaan atas kejadian yang menimpa sepupunya.