Jurnal Indonesia — Polisi masih mendalami kasus penemuan bayi yang ditinggalkan di toilet Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya. Penyelidikan melibatkan pemeriksaan saksi, olah tempat kejadian perkara, hingga penelusuran rekaman CCTV untuk mencari pelaku.
Kapolsek Banjarsari Kompol Harno menyatakan personel Satreskrim Polresta Solo dan Unit Reskrim Polsek Banjarsari melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut.
“Personel Satreskrim Polresta Solo bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, penelusuran rekaman CCTV, hingga berkoordinasi dengan pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mengungkap pelaku,” kata Harno.
Kompol Harno juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait pembuangan bayi itu untuk segera menghubungi pihak kepolisian agar proses penyelidikan berjalan efektif.
“Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan guna membantu proses penyelidikan sehingga pelaku dapat segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, Polresta Solo juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan bayi maupun anak,” ujarnya.
Evakuasi Dan Penanganan
Bayi ditemukan petugas di dalam toilet KA Sancaka pada Sabtu sekitar pukul 07.20 WIB. Setelah dievakuasi ke Stasiun Balapan Solo, bayi itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Solo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Penyidik juga mengumpulkan barang bukti terkait kejadian tersebut dan berkoordinasi dengan PT KAI Daop 6 Yogyakarta sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Ikuti Jurnal Indonesia
