— Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polri memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada warga Kecamatan Rajeg yang terdampak asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pelayanan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap sebaran asap yang dirasakan oleh penduduk di sejumlah wilayah sekitar TPA Jatiwaringin.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan tim Dokkes mulai membuka layanan bakti kesehatan sejak Jumat (3/7) di lokasi pengungsian Kampung Jungkel, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg.

“Layanan kesehatan diberikan sebagai respons cepat terhadap dampak sebaran asap kebakaran yang dirasakan warga di sejumlah wilayah sekitar TPA Jatiwaringin,” kata Andi.

Jenis Layanan Di Lokasi Pengungsian

Dalam kegiatan di pengungsian, masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dengan dokter umum, serta pemberian obat dan vitamin.

Selain itu, tim juga membagikan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan akses layanan kesehatan dengan cepat,” ujar Andi.

Andi mengimbau warga yang merasakan keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lain agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan tidak memaksakan aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.

“Pencegahan jauh lebih baik agar kondisi tidak semakin memburuk,” tambahnya.

Koordinasi dan Pengamanan

Personel Polresta Tangerang terus melakukan patroli dan pengamanan permukiman warga yang ditinggalkan untuk mengungsi. Mereka juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas yang terus kami kedepankan,” kata Andi.

Upaya Pemadaman

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen dari luasan area kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai padam dan terkendali pada Jumat (3/7).

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menyatakan pada hari keempat operasi pengendalian, pengoptimalan dua armada helikopter water bombing masih dilakukan untuk mempercepat pemadaman.

“Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan itu pada saat dari pagi, siang, malam,” ujar Djohan.

BNPB juga telah mengerahkan 18 armada pemadam kebakaran untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau unit pembom air.