Jurnal Indonesia — JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kepeduliannya terhadap pemulihan Sumatera Barat pascabencana dengan memastikan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengonfirmasi bahwa Jembatan Anduriang di Nagari Anduriang, Kecamatan 2 X 11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, akan dibangun kembali menggunakan anggaran APBN.
Kepastian ini disampaikan Andre Rosiade saat meninjau langsung kondisi Jembatan Anduriang bersama Bupati Padang Pariaman, John Kennedi Azis, pada Jumat (21/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Andre didampingi oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi; Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi; dan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeini Isa. Turut hadir pula Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumbar, Endarmy.
Andre menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Anduriang telah masuk dalam pagu indikatif pemerintah pusat. Proses lelang ditargetkan berlangsung pada Januari 2027, sehingga pekerjaan fisik diharapkan dapat dimulai pada Februari 2027. “Insyaallah Januari 2027 sudah bisa dilelang. Februari akhir insyaallah kita sudah mulai kembali membangun Jembatan Anduriang,” ujar Andre di hadapan masyarakat setempat.
Jembatan tersebut akan dibangun dengan anggaran sekitar Rp 47 miliar yang bersumber dari APBN. Andre menegaskan bahwa kepastian ini merupakan hasil koordinasi dan pengawalan bersama antara pemerintah daerah, DPR RI, serta kementerian dan balai teknis terkait. “Ini bagian dari komitmen Pak Prabowo menggelontorkan anggaran Rp 19 triliun. Ini bukan omon-omon. Kalau saya pilih presiden, itu konkret,” tegas Andre.
Andre menambahkan bahwa skala bencana yang terjadi pada 2026 jauh lebih besar dibandingkan bencana pada 2012. Namun, pemerintah pusat kali ini menargetkan percepatan penanganan sejumlah infrastruktur terdampak agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu pemulihan. “Dulu bencana 2012 menyelesaikannya lima tahun. Tapi ini Sumatra Barat, 25 sungai insya Allah akan diselesaikan 11 bulan. Inilah komitmen pemerintah pusat, pemerintah Presiden Prabowo serius membangun kembali Sumatera Barat,” ujarnya.
Selain pembangunan jembatan, Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang juga menyiapkan anggaran Rp 218 miliar untuk normalisasi sungai di kawasan tersebut. Pekerjaan normalisasi sungai ini ditargetkan mulai pada November 2026 dengan pengerahan alat berat di sejumlah titik. Andre menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat mempercepat pemulihan Padang Pariaman sekaligus mengurangi ancaman bencana susulan.
“Kami sengaja datang menyampaikan bahwa inilah pesan dari Pak Presiden untuk masyarakat Padang Pariaman. Jembatan Anduriang kita bangun Februari 2027, normalisasi sungai mulai November 2026, lalu Jembatan Sikabu juga mulai dibangun. Inilah komitmen Presiden Prabowo membangun kembali Padang Pariaman,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Andre mengapresiasi kerja keras Bupati Padang Pariaman, John Kennedi Azis, dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan daerah. Menurut Andre, Bupati John aktif melakukan koordinasi, menyiapkan data, serta melengkapi berbagai proses administrasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. “Beliau datang meminta bantuan. Beliau bekerja keras menyiapkan data, menyiapkan seluruh proses administrasi. Alhamdulillah kerja keras Pak Bupati akhirnya terwujud juga,” ujar Andre.
Bupati Padang Pariaman, John Kennedi Azis, menyampaikan terima kasih kepada Andre Rosiade dan jajaran balai teknis yang telah datang langsung ke Jembatan Anduriang. Ia menjelaskan bahwa jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat karena menjadi akses utama warga menuju Pasar Kayu Tanam. “Ada kurang lebih sekitar 30 jiwa di seberang sana yang sehari-hari menunggu kelancaran lalu lintas mereka dari Anduriang ke Pasar Kayu Tanam. Jembatan ini memang sangat-sangat kami perlukan,” kata John.
Bupati John juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lain kepada Andre, termasuk penanganan jalan yang terputus akibat banjir di kawasan Pasia Laweh serta kebutuhan pembangunan Jembatan Koto Buruak. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap Padang Pariaman dan menyebut kedatangan Andre bersama jajaran balai memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Kepala Balai Cipta Karya Sumbar, Maria Doeini Isa, menyampaikan dukungan pemerintah pusat terhadap sektor air minum di Padang Pariaman. Untuk penanganan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang terdampak bencana pada 2026, disiapkan anggaran Rp133 miliar. “Untuk kegiatan penanganan sistem penyediaan air minum tahun 2026 kami Rp133 miliar. Itu di SPAM Salisikan, Tubuk Bontal, untuk penyediaan air minum yang terdampak bencana. Insya Allah Desember selesai,” ujar Maria Doeni.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumbar, Endarmy, turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan Andre Rosiade atas dukungan terhadap percepatan pemulihan infrastruktur Sumatera Barat. Menurutnya, alokasi anggaran pusat hingga Rp19 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat. Ia menilai pengawalan Andre di tingkat pusat turut memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Andre menegaskan dirinya akan terus mengawal pembangunan di seluruh Sumatera Barat, termasuk daerah yang berada di luar daerah pemilihannya. “Saya bekerja keras bukan ingin jadi gubernur, tidak. Tapi tugas dan tanggung jawab saya sebagai duta besar Sumatera Barat membantu seluruh kepala daerah di Sumatera Barat,” katanya. Andre pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan anggaran dan perhatian terhadap masyarakat Sumbar yang terdampak bencana. “Alhamdulillah pemerintah pusat, pemerintah Presiden Prabowo akhirnya membantu kita. Terima kasih kepada Pak Presiden,” ujar Andre.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.